IMG_20260320_181351_926-scaled
Hari Kartini, Adelia Soroti Minimnya Perhatian terhadap Kader Posyandu di Kota Bekasi

Kota Bekasi, 22/04/2026. Momentum Hari Kartini menjadi saat yang tepat untuk menyoroti peran besar perempuan dalam pembangunan masyarakat, khususnya para kader Posyandu yang selama ini menjadi garda terdepan pelayanan kesehatan di tingkat lingkungan. Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, S.H., M.M., menilai perhatian pemerintah terhadap kinerja kader Posyandu masih sangat kurang, sehingga berdampak pada menurunnya partisipasi regenerasi kader di Kota Bekasi.

Menurut Adelia, kader Posyandu memiliki kontribusi besar dalam menjaga kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, hingga edukasi kesehatan keluarga. Namun sayangnya, dedikasi mereka belum diimbangi dengan perhatian yang memadai, baik dari sisi insentif, pelatihan, maupun penghargaan secara moral dan sosial.

“Di Hari Kartini ini kita harus melihat bahwa banyak perempuan hebat yang bekerja nyata di tengah masyarakat, salah satunya kader Posyandu. Mereka adalah pejuang kesehatan yang sering kali luput dari perhatian. Jika pemerintah tidak serius memberikan dukungan, maka regenerasi kader akan semakin sulit,” ujar Adelia.

Selain menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi yang membidangi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, Adelia juga merupakan Ketua DPD KNPI Kota Bekasi. Ia menegaskan bahwa generasi muda, khususnya perempuan muda, perlu didorong untuk ikut terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti Posyandu.

Menurutnya, menurunnya minat generasi muda untuk menjadi kader Posyandu tidak lepas dari minimnya apresiasi dan dukungan nyata dari pemerintah daerah. Padahal keberadaan Posyandu sangat penting sebagai layanan kesehatan dasar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Kalau kita ingin Kota Bekasi memiliki kualitas kesehatan masyarakat yang baik dan mempertahankan predikat kota ramah anak, maka kader Posyandu harus diperkuat. Jangan sampai mereka merasa bekerja sendiri tanpa dukungan,” tambahnya.

Adelia berharap Pemerintah Kota Bekasi dapat menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada kader Posyandu, baik melalui peningkatan kesejahteraan, program pelatihan berkelanjutan, maupun ruang pengembangan kapasitas bagi kader baru.

Semangat Kartini, menurutnya, bukan hanya tentang simbol perjuangan perempuan, tetapi juga tentang keberpihakan terhadap perempuan-perempuan yang bekerja nyata untuk masyarakat. Kader Posyandu adalah salah satu wajah perjuangan itu.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/