SEMARANG – Kepastian hukum adalah nyawa bagi iklim investasi di negara mana pun. Namun, apa jadinya jika aparat yang seharusnya menegakkan hukum justru bertransformasi menjadi “predator” bagi para pemodal asing? Pada Jumat (24/4/2026), borok di tubuh penegak hukum kita kembali dikuliti habis-habisan di meja persidangan.
Fakta mengerikan terkuak dalam sidang jaksa peras WN Korsel, saksi ungkap perusahaan habis Rp 23 miliar. Kesaksian di bawah sumpah ini merincikan bagaimana oknum penegak hukum tersebut secara sistematis memeras ekspatriat asal Korea Selatan yang sedang menjalankan roda bisnisnya di Indonesia. Uang puluhan miliar tersebut tidak menguap dalam semalam, melainkan diperas secara bertahap melalui berbagai modus intimidasi hukum yang membuat manajemen perusahaan ketakutan.
Bagi ekosistem bisnis dan pasar modal, berita ini adalah red flag (bendera merah) yang sangat besar. Uang Rp 23 miliar bukanlah angka yang kecil untuk cash flow sebuah perusahaan. Dana sebesar itu seharusnya bisa digunakan untuk ekspansi pabrik, penyerapan tenaga kerja lokal, atau pembagian dividen. Namun, dana produktif tersebut justru terpaksa dibakar untuk “membeli” rasa aman dari oknum birokrat korup.

Kejadian ini jelas menjadi pukulan telak bagi program pemerintah yang sedang gencar-gencarnya menarik Foreign Direct Investment (FDI) ke Tanah Air. Investor asing dari negara maju sangat sensitif terhadap risiko tata kelola pemerintahan (governance risk). Jika aparat hukumnya saja bisa memeras investor hingga bangkrut, maka jangan salahkan jika para pemodal kakap akhirnya memilih memindahkan pabrik mereka ke negara tetangga yang aturan mainnya lebih transparan dan bersih.
Masyarakat sipil dan para pelaku usaha menuntut agar oknum jaksa tersebut tidak hanya dipecat secara tidak hormat, tetapi juga dimiskinkan untuk mengembalikan kerugian perusahaan. Negara harus memberikan sinyal tegas: tidak ada ruang bagi lintah darat berseragam yang merusak citra iklim investasi Indonesia di mata dunia!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/























