69ec35558407d
Tamparan Keras Realita Ekonomi! Cerita Pilu Ibu Asal Lombok Bawa Balita Susul Suami ke Malaysia

MATARAM – Di balik angka pertumbuhan ekonomi yang sering dibanggakan di atas kertas, ada jeritan panjang dari masyarakat kelas bawah yang terpaksa bertaruh nyawa demi menyambung hidup. Pada Sabtu (25/4/2026), publik disuguhkan sebuah realita pahit yang menyayat hati dari wilayah yang selama ini dikenal sebagai salah satu kantong penyumbang devisa terbesar negara.

Jagat maya dibuat terenyuh oleh cerita pilu ibu asal Lombok bawa balita 2,5 tahun susul suami ke Malaysia. Sang ibu nekat menempuh perjalanan panjang, melintasi batas negara dengan segala risikonya, demi mencari kepastian nasib sang suami yang bekerja sebagai buruh migran dan tak kunjung memberi kabar. Membawa anak yang masih sangat kecil dalam perjalanan tanpa jaminan keamanan ini adalah bentuk keputusasaan tingkat tertinggi dari seorang istri sekaligus ibu.

Dari kacamata sosial-ekonomi, fenomena ini bukanlah kasus tunggal. Ini adalah puncak gunung es dari masalah struktural yang tak kunjung usai: minimnya lapangan pekerjaan yang layak di daerah asal. Himpitan ekonomi memaksa ribuan kepala keluarga memilih jalur pintas menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI), yang mirisnya, sering kali ditempuh melalui jalur non-prosedural alias ilegal.

Ketika seorang tulang punggung keluarga putus kontak di negeri orang—entah karena ditipu agen bodong, ditangkap aparat setempat, atau mengalami kecelakaan kerja—keluarga yang ditinggalkan di kampung halaman hancur secara finansial dan psikologis. Sang istri pada akhirnya terpaksa mengambil langkah nekat, masuk ke dalam pusaran risiko perdagangan manusia (human trafficking) demi mencari suaminya.

Pemerintah tidak boleh hanya merespons kasus ini dengan bantuan reaktif semata. Predikat “Pahlawan Devisa” tidak ada artinya jika nasib mereka dan keluarganya terus terkatung-katung tanpa perlindungan absolut. Negara harus hadir secara sistematis: berantas mafia sindikat penyalur PMI ilegal, perketat diplomasi perlindungan pekerja di negara tujuan, dan yang paling fundamental, ciptakan pusat-pusat perputaran ekonomi baru di daerah agar rakyat tidak perlu mengais rezeki hingga ke seberang lautan dan mengorbankan keutuhan keluarga!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/