Kota Bekasi 22/04/2026 Kota Bekasi kembali menjadi sorotan setelah terjadinya penurunan nilai dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA). Kondisi ini dinilai sebagai alarm penting bagi seluruh pemangku kepentingan agar lebih serius dalam menghadirkan lingkungan yang aman, nyaman, dan ramah bagi tumbuh kembang anak.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menyampaikan keprihatinannya terhadap menurunnya capaian tersebut. Menurutnya, predikat Kota Ramah Anak bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan cerminan nyata dari kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak di daerah.
“Penurunan nilai ini harus menjadi bahan evaluasi bersama. Kota Bekasi selama ini dikenal sebagai kota penyangga metropolitan dengan jumlah penduduk yang besar, sehingga perhatian terhadap hak-hak anak harus menjadi prioritas utama,” ujar Adelia.
Ia menegaskan, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari akses pendidikan yang merata, perlindungan terhadap anak dari kekerasan, fasilitas ruang bermain yang aman, hingga penguatan peran keluarga dan lingkungan sosial.
Menurut Adelia, persoalan anak tidak bisa hanya dibebankan kepada satu dinas semata. Diperlukan sinergi lintas sektor antara pemerintah daerah, sekolah, masyarakat, hingga dunia usaha agar pembangunan berbasis perlindungan anak dapat berjalan optimal.
“Anak-anak adalah investasi masa depan Kota Bekasi. Jika hari ini kita lalai menyediakan ruang yang aman dan sehat bagi mereka, maka kita sedang mempertaruhkan masa depan kota ini sendiri,” tegasnya.
Komisi IV DPRD Kota Bekasi, lanjut Adelia, akan terus mendorong evaluasi terhadap program-program yang berkaitan dengan perlindungan perempuan dan anak, termasuk memastikan anggaran yang memadai untuk mendukung kebijakan tersebut.
Ia juga menyoroti pentingnya keberadaan fasilitas publik yang ramah anak, seperti taman bermain yang layak, sekolah yang aman dari perundungan, serta layanan kesehatan dan psikologis yang mudah diakses oleh masyarakat.
“Kita tidak boleh hanya mengejar predikat, tetapi substansi. Kota Ramah Anak harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama oleh anak-anak itu sendiri,” tambahnya.
Adelia berharap, penurunan nilai ini menjadi momentum perbaikan, bukan sekadar catatan administratif tahunan. Dengan komitmen yang kuat dari seluruh pihak, Kota Bekasi diyakini mampu kembali meningkatkan kualitas perlindungan anak dan mewujudkan kota yang benar-benar layak bagi generasi penerus bangsa.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/























