DEPOK – Awal pekan yang seharusnya diwarnai semangat produktivitas justru harus diawali dengan rem mendadak bagi ribuan warga pelaju lintas kota. Pada Senin (20/4/2026), mobilitas warga perbatasan dipaksa lumpuh total menyusul meluapnya debit air sungai pasca-hujan deras.
Kondisi terparah terpantau di titik perbatasan strategis. Dilaporkan bahwa genangan banjir rendam jembatan penghubung Depok-Tangsel di Cinere, akses jalan pun otomatis terputus dan tak bisa dilalui oleh kendaraan bermotor. Air bah yang menggenangi badan jembatan tidak hanya cukup dalam untuk membuat mesin motor mati total ( mogok), tetapi arusnya juga dinilai terlalu deras dan membahayakan keselamatan jiwa jika diterobos paksa.
Bagi warga Depok, Cinere, hingga Pamulang dan Pondok Cabe, jembatan ini ibarat “urat nadi” jalur tikus yang memangkas waktu tempuh secara signifikan. Terputusnya akses ini sontak memicu efek domino berupa kemacetan horor di jalur-jalur utama alternatif lainnya. Para pekerja kantoran dan mahasiswa yang terburu-buru mengejar absen pagi terpaksa memutar balik dan menelan pil pahit kemacetan panjang.
Merespons musibah berulang ini, pemerintah daerah Kota Depok dan Tangerang Selatan tidak bisa lagi hanya melakukan penanganan ad-hoc seperti menyedot genangan atau sekadar memasang rambu peringatan bahaya. Banjir di titik ini adalah kaset rusak yang terus berputar setiap kali musim penghujan tiba.

Publik mendesak adanya solusi infrastruktur yang permanen. Apakah itu berupa normalisasi dan pengerukan dasar sungai yang mendangkal, atau rekonstruksi peninggian struktur jembatan agar terbebas dari level muka air banjir maksimal. Infrastruktur publik yang rentan lumpuh oleh cuaca jelas akan menghambat perputaran roda ekonomi daerah.
Untuk sementara waktu, pihak kepolisian dan dinas perhubungan setempat mengimbau seluruh pengguna jalan untuk mencari rute alternatif, memantau update lalu lintas dari aplikasi navigasi secara real-time, dan yang terpenting: jangan pernah nekat menerobos banjir demi menghemat waktu! Nyawa dan keselamatan jauh lebih berharga dari sekadar teguran telat masuk kantor.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/























