MEDAN – Tabir gelap yang menyelimuti penemuan jenazah seorang wanita di dalam sebuah boks plastik di wilayah Medan akhirnya tersingkap. Pada Rabu (18/3/2026), aparat kepolisian merilis rincian hasil autopsi dan pengakuan tersangka yang menunjukkan tingkat kebengisan di luar nalar manusia. Tindakan pelaku tidak hanya merampas nyawa, tetapi juga melecehkan harkat korban di saat-saat terakhirnya.
Kekerasan Fisik yang Terencana
Berdasarkan keterangan kepolisian, peristiwa bermula dari perselisihan antara pelaku dan korban. Pelaku kemudian melakukan serangan fisik secara brutal untuk melumpuhkan korban. Berikut adalah poin-poin kekerasan yang teridentifikasi:
-
Pitingan Leher: Pelaku memiting leher korban dengan lengan secara kuat hingga korban kesulitan bernapas.
-
Lilitan Kabel/Tali: Untuk memastikan korban tidak berdaya, pelaku melilit leher korban dengan benda yang menyebabkan luka tekan yang dalam.
-
Kondisi Kritis: Akibat serangan tersebut, korban mengalami kondisi kritis dan kehilangan kesadaran namun belum sepenuhnya dinyatakan meninggal dunia.
Tindakan Asusila di Tengah Kondisi Kritis
Fakta yang paling mengejutkan sekaligus memicu kemarahan publik adalah pengakuan pelaku bahwa ia sempat menyetubuhi korban saat korban sedang dalam kondisi sekarat (kritis). Pelaku memanfaatkan ketidakberdayaan korban sebelum akhirnya memasukkan jenazahnya ke dalam boks plastik untuk dibuang guna menghilangkan jejak.
“Ini adalah tindakan yang sangat keji dan tidak berperikemanusiaan. Pelaku menyerang fisik korban secara bertubi-tubi, dan saat korban sudah tidak berdaya atau kritis, pelaku justru melakukan pelecehan seksual,” ungkap perwakilan otoritas kepolisian Medan, Rabu (18/3/2026).
Ancaman Hukuman dan Langkah Hukum
Di tahun 2026 ini, kepolisian berkomitmen untuk menjerat pelaku dengan pasal berlapis. Selain pasal pembunuhan berencana, pelaku juga akan dijerat dengan pasal terkait kekerasan seksual yang memberatkan hukuman.
Beberapa barang bukti telah diamankan, termasuk:
-
Boks plastik tempat jenazah ditemukan.
-
Alat yang digunakan untuk melilit leher korban.
-
Pakaian korban dan pelaku di lokasi kejadian.
Saat ini, pelaku telah ditahan dan sedang menjalani pemeriksaan psikologis untuk mendalami motif serta gangguan perilaku yang mungkin dimiliki. Masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwajib.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















