BEKASI – Denyut persiapan mudik di Kota Bekasi mulai terasa kencang. Pada Sabtu (14/3/2026), Ketua DPRD Kota Bekasi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik strategis guna memastikan kesiapan infrastruktur dan layanan transportasi menjelang arus mudik Lebaran 2026. Peninjauan ini menjadi sangat krusial mengingat Bekasi merupakan “pintu gerbang” utama bagi pemudik motor maupun bus yang akan bertolak menuju jalur Pantura dan jalur tengah Jawa.
Membedah Jalur “Legendaris” Kalimalang
Salah satu titik fokus dalam tinjauan ini adalah koridor Jalan KH Noer Ali (Kalimalang). Sebagai jalur favorit bagi ribuan pemudik roda dua setiap tahunnya, Ketua DPRD memberikan perhatian khusus pada kondisi aspal dan penerangan jalan umum (PJU). Legislatif mendesak agar seluruh perbaikan lubang jalan (tambal sulam) diselesaikan paling lambat H-10 Lebaran agar tidak membahayakan pengendara.
Selain infrastruktur jalan, keberadaan posko-posko kesehatan dan tempat istirahat sementara di sepanjang jalur ini juga dipantau. DPRD ingin memastikan bahwa pemudik yang kelelahan mendapatkan fasilitas yang layak saat melintasi Bekasi.
Terminal Induk Bekasi Jadi Sorotan
Sidak dilanjutkan ke Terminal Induk Bekasi. Di sini, Ketua DPRD berbincang langsung dengan para petugas Dinas Perhubungan (Dishub) dan calon penumpang. Beberapa poin penting yang ditekankan antara lain:
-
Uji Kelaikan (Ramp Check): Memastikan seluruh bus yang beroperasi dari Bekasi dalam kondisi prima.
-
Keamanan Penumpang: Menambah personil keamanan untuk mencegah praktik percaloan dan tindak kriminalitas di area terminal.
-
Fasilitas Ruang Tunggu: Mengecek kelayakan ruang tunggu dan kebersihan fasilitas umum agar pemudik tetap nyaman meski terjadi lonjakan penumpang.
Komitmen Legislatif untuk Mudik yang “Humanis”
Di tahun 2026 ini, DPRD Kota Bekasi berkomitmen agar mudik tidak hanya sekadar soal lancar di jalan, tetapi juga keselamatan dan kenyamanan warga. “Bekasi adalah wajah depan perjalanan mudik bagi banyak orang. Kita ingin memastikan mereka yang melintas di sini merasa aman. Jika ada jalan yang masih gelap atau rusak, kami minta eksekutif segera eksekusi sebelum arus mudik memuncak,” tegas Ketua DPRD saat peninjauan tersebut.
Langkah proaktif dari legislatif ini diharapkan mampu meminimalisir hambatan teknis di lapangan. Dengan koordinasi yang apik antara DPRD, Pemerintah Kota, dan pihak kepolisian, target mudik 2026 yang minim kecelakaan (zero accident) di wilayah Bekasi diharapkan bisa tercapai.
(binarnesia/adv)
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















