69e22fb798682
Tembus! Terowongan Stasiun Bundaran HI dan Thamrin MRT Jakarta Akhirnya Resmi Tersambung

JAKARTA – Kabar menggembirakan datang dari kedalaman tanah jantung ibu kota. Pada Sabtu (18/4/2026), proyek pembangunan infrastruktur transportasi massal MRT Jakarta Fase 2A mencatatkan sejarah baru. Publik kini bisa sedikit bernapas lega melihat progres nyata di lapangan, di mana stasiun Bundaran HI dan Thamrin MRT Jakarta sudah tersambung secara struktur bawah tanah.

Tersambungnya terowongan ( tunnel) antara dua stasiun strategis ini merupakan sebuah lompatan rekayasa teknik yang patut diacungi jempol. Pekerjaan tunneling atau pengeboran bawah tanah di kawasan Thamrin yang notabene dipenuhi gedung pencakar langit dan padat lalu lintas tentu memiliki tingkat kesulitan tinggi. Keberhasilan menembus jalur ini menandakan bahwa konstruksi Fase 2A (Bundaran HI – Kota) berjalan on the track.

Stasiun Thamrin sendiri diproyeksikan akan menjadi salah satu stasiun MRT terpanjang dan terpenting, karena akan difungsikan sebagai titik integrasi ( interchange) untuk rencana rute MRT fase berikutnya (Timur-Barat).

Bagi para pengguna transportasi umum ( anjak alias anak Jakarta), tersambungnya titik ini adalah sinyal bahwa impian mobilitas tanpa hambatan dari selatan hingga kawasan utara Jakarta (Kota Tua) semakin dekat dari kenyataan. Jika proyek ini rampung, warga tidak perlu lagi bermacet-macetan membuang bensin dan emosi di jalan raya Sudirman-Thamrin.

Kendati demikian, Kabar Pelita tetap memberikan catatan penting bagi Pemprov DKI dan PT MRT Jakarta. Pembangunan yang masif di bawah tanah harus diimbangi dengan restorasi di atas tanah!

Selama proses konstruksi berlangsung, penyempitan lajur di kawasan Thamrin memang tak terhindarkan dan sering membuat kemacetan horor di jam pulang kerja. Pemerintah harus memastikan rekayasa lalu lintas tetap bersahabat bagi warga. Selain itu, aksesibilitas untuk pejalan kaki (pedestrian) menuju pintu-pintu masuk stasiun nantinya harus dibuat senyaman dan seaman mungkin, terintegrasi mulus dengan halte TransJakarta agar konsep Transit Oriented Development (TOD) benar-benar terwujud, bukan sekadar jargon di atas kertas!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/