7698cadf-f4f7-46d4-8881-5b22dbf9e4c3
Langkah Cerdas Ekonomi Sirkular: Sari Roti Sulap Produk Tak Terjual Menjadi Industri Pakan Ternak Berbasis Teknologi

JAKARTA – Emiten produsen roti terbesar di Indonesia, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI), atau yang lebih dikenal dengan merek Sari Roti, melakukan terobosan bisnis yang signifikan di awal tahun 2026. Perusahaan secara resmi mengumumkan ekspansi strategisnya ke sektor industri pakan ternak. Langkah ini diambil dengan memanfaatkan produk roti yang sudah tidak layak konsumsi manusia atau barang usang menjadi bahan baku pakan berkualitas tinggi.

Ekspansi ini menandai pergeseran model bisnis Sari Roti menuju ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan. Selain mampu menekan potensi kerugian akibat retur produk, inovasi ini juga diproyeksikan menjadi lini pendapatan baru yang menjanjikan bagi perusahaan.

Mengubah Limbah Menjadi Nilai Tambah
Selama ini, produk roti yang mendekati masa kedaluwarsa atau sudah tidak terjual menjadi tantangan logistik tersendiri bagi produsen pangan. Dengan masuk ke industri pakan ternak, Sari Roti kini memiliki solusi hulu ke hilir. Roti-roti yang ditarik dari pasar akan diproses ulang menggunakan teknologi pengolahan pakan untuk memastikan standar nutrisi yang sesuai bagi hewan ternak.

“Kami melihat potensi besar dari sisa produksi dan produk retur yang sebenarnya masih memiliki kandungan nutrisi karbohidrat dan protein tinggi. Dengan pengolahan yang tepat, ini bisa menjadi substitusi bahan pakan ternak yang efisien,” ungkap perwakilan manajemen dalam keterbukaan informasi.

Efisiensi Operasional dan Dampak Lingkungan
Keputusan Sari Roti masuk ke industri pakan ternak tidak hanya didorong oleh motif profit semata, tetapi juga komitmen terhadap lingkungan (Environmental, Social, and Governance – ESG). Dengan mengolah kembali “barang usang”, perusahaan secara efektif mengurangi volume limbah makanan (food waste) yang dibuang ke lingkungan.

Dari sisi finansial, strategi ini diharapkan dapat memperbaiki margin keuntungan perusahaan. Biaya pemusnahan produk retur yang sebelumnya menjadi beban operasional, kini justru bertransformasi menjadi produk bernilai jual. Analis pasar modal menilai langkah ini sangat positif bagi performa saham ROTI di masa depan, mengingat sektor pakan ternak di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang sangat luas.

Prospek Industri Pakan Ternak 2026
Kebutuhan akan pakan ternak di dalam negeri terus meningkat seiring dengan pertumbuhan konsumsi protein hewani masyarakat. Sari Roti berencana menyasar segmen peternakan unggas dan mamalia kecil yang membutuhkan asupan nutrisi berbasis serealia.

Dalam jangka panjang, Sari Roti menargetkan integrasi fasilitas pengolahan pakan di beberapa pabrik strategis mereka di seluruh Indonesia. Hal ini dilakukan guna menekan biaya distribusi dan memastikan pasokan bahan baku pakan tetap stabil. Integrasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Sari Roti sebagai perusahaan konsumer yang inovatif dan tanggap terhadap perubahan dinamika pasar.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/