TANGERANG SELATAN – Misteri penyimpanan uang panas hasil suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) perlahan terkuak. Pada Rabu (18/2/2026), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi bahwa penyitaan uang tunai senilai Rp 5 miliar beberapa waktu lalu dilakukan di sebuah safe house (rumah aman) yang berlokasi di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.
Penemuan ini menjadi bukti krusial mengenai modus para oknum pejabat yang diduga secara khusus menyewa properti untuk menampung aset hasil rasuah guna menghindari deteksi aparat.
Modus “Gudang Uang” di Pemukiman Warga
Penggunaan safe house di wilayah pemukiman seperti Ciputat menunjukkan kecerdikan sekaligus keberanian para pelaku dalam menyembunyikan barang bukti. Uang miliaran tersebut ditemukan dalam kondisi tersimpan rapi di dalam 5 koper besar saat tim penyidik melakukan penggeledahan.
Poin-poin penting dari penyitaan di Tangsel:
-
Komposisi Mata Uang: Terdiri dari pecahan Rupiah, USD, SGD, Hong Kong Dollar, hingga Ringgit Malaysia.
-
Kaitan Kasus: Uang ini diduga merupakan “jatah rutin” dari PT Blueray untuk memuluskan importasi barang ilegal atau palsu tanpa pemeriksaan fisik (jalur merah).
-
Pemilik Lokasi: KPK masih mendalami atas nama siapa rumah aman tersebut disewa, namun dipastikan tempat itu digunakan secara khusus oleh oknum DJBC.
“Bukan Sekadar Suap Biasa”
KPK menilai kasus ini sangat sistemis karena melibatkan pejabat di level Direktorat Penindakan dan Penyidikan. Keberadaan safe house di beberapa titik, termasuk apartemen di Jakarta Utara yang sebelumnya digeledah (menyita total aset Rp 40,5 miliar), menunjukkan adanya perencanaan yang matang untuk menimbun harta haram.
“Uang dalam koper yang diamankan di Tangsel itu memang berada di safe house. Kami sedang mendalami apakah ada lokasi-lokasi lain yang dijadikan tempat penyimpanan serupa dan siapa saja yang turut berperan dalam modus pengkondisian jalur masuk barang ini,” tegas Juru Bicara KPK, Rabu (18/2/2026).
Langkah KPK mengincar safe house ini diharapkan dapat memberikan efek jera serta memetakan seluruh gudang penyimpanan aset hasil korupsi yang selama ini tersembunyi di tengah hiruk-pikuk kota.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















