JAKARTA – Upaya menekan risiko banjir di ibu kota dan wilayah penyangganya terus diakselerasi. Pada Jumat (23/1/2026), tim gabungan kembali melanjutkan Operasi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan intensitas yang lebih tinggi. Sebanyak 3 kali penerbangan (sortir) penyemaian awan dijadwalkan berlangsung sepanjang hari ini guna menghalau awan hujan sebelum memasuki wilayah padat penduduk di Jakarta, Bekasi, dan Tangerang.
Langkah ini diambil menyusul curah hujan ekstrem yang telah memicu genangan di berbagai titik strategis dalam beberapa hari terakhir.
Detail Operasi TMC Hari Ini
Penerbangan penyemaian awan difokuskan pada jalur-jalur masuknya massa udara basah dari arah laut. Tim ahli dari BRIN dan BMKG bekerja sama dengan TNI AU untuk menentukan titik koordinat yang paling efektif.
Rencana operasional hari ini meliputi:
-
Sortir Pertama (Pagi): Fokus pada penyemaian awan di wilayah pesisir utara untuk menurunkan hujan di laut.
-
Sortir Kedua (Siang): Menargetkan kumpulan awan konvektif yang bergerak dari arah barat dan selatan menuju pusat kota.
-
Sortir Ketiga (Sore): Langkah antisipasi terhadap potensi hujan lebat yang sering terjadi pada malam hari.
![]()
Tujuan Utama: Memecah Konsentrasi Hujan
Tujuan utama dari operasi ini bukan untuk menghilangkan hujan sepenuhnya, melainkan untuk meredistribusi curah hujan. Dengan menyemai garam (NaCl) pada awan yang tepat, hujan dipaksa jatuh lebih awal di wilayah perairan atau lahan kosong, sehingga beban drainase di pemukiman tidak melampaui kapasitasnya.
“Kami berupaya maksimal agar awan-awan potensial hujan ini tidak menumpuk di atas Jakarta dan sekitarnya. Dengan tiga kali operasi hari ini, kami berharap intensitas air yang turun di darat bisa berkurang signifikan,” ungkap perwakilan tim teknis di lapangan.
Kaitan dengan Banjir di Wilayah Penyangga
Operasi ini menjadi sangat krusial mengingat laporan banjir yang juga melanda wilayah tetangga. Seperti diketahui, sebelumnya tercatat adanya 9 titik banjir di Kota Bekasi dan tragedi banjir di Grogol. Keberhasilan TMC di Jakarta secara langsung akan berdampak pada berkurangnya kiriman air ke wilayah hilir dan beban sungai-sungai utama di aglomerasi Jabodetabek.
Pemerintah mengimbau warga untuk tetap waspada dan selalu memantau prakiraan cuaca resmi, meskipun intervensi teknologi tengah dilakukan secara masif. Operasi TMC ini direncanakan akan terus dilakukan secara dinamis menyesuaikan dengan perkembangan pergerakan awan dan peringatan dini dari BMKG.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/
























