69e15a3c6be4a
Belum Genap Sepekan Disumpah, Ketua Ombudsman RI Keburu Jadi Tersangka Korupsi

JAKARTA – Drama jatuhnya pimpinan tertinggi lembaga pengawas pelayanan publik ke dalam jurang korupsi rupanya menyimpan satu babak ironi yang teramat pahit. Pada Jumat (17/4/2026), sorotan tajam publik tidak lagi hanya tertuju pada nominal suap Rp 1,5 Miliar yang diduga diterimanya, melainkan pada durasi masa jabatannya yang luar biasa singkat.

Fakta di lapangan mencatat bahwa belum sepekan usia sumpah Ketua Ombudsman RI yang kini tersangka korupsi tersebut bergema di istana. Belum kering rasanya bibir Hery Susanto mengucapkan sumpah jabatan di bawah kitab suci, berjanji untuk menjauhi praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Namun, dalam hitungan hari, sumpah sakral itu langsung dilanggar dan ditukar dengan rompi tahanan.

Kejadian ini tidak hanya menorehkan rekor sebagai salah satu kejatuhan pejabat tercepat dalam sejarah pasca-reformasi, tetapi juga menjadi tamparan keras di wajah Panitia Seleksi (Pansel) dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang melakukan proses fit and proper test.

Publik berhak bertanya keras: Bagaimana bisa sistem seleksi pejabat tingkat tinggi negara meloloskan figur yang integritasnya luntur hanya dalam hitungan hari? Apakah instrumen penelusuran rekam jejak ( background check) dari lembaga intelijen dan PPATK sama sekali tidak mendeteksi embrio korupsi atau niat jahat (mens rea) pada sosok ini sebelum ia dilantik?

Sebagai elemen pemuda dan masyarakat yang kritis terhadap ruang informasi publik, Kabar Pelita menilai insiden di pertengahan April 2026 ini adalah alarm bahaya berstatus siaga satu. Ombudsman adalah lembaga sandaran rakyat. Jika garda terdepannya saja bisa langsung “dibeli” sebelum kursi kerjanya sempat dihangatkan, maka wibawa negara sedang diinjak-injak oleh mafia birokrasi.

Kita mendesak agar ada evaluasi radikal terhadap seluruh sistem perekrutan pejabat negara. Kasus Hery Susanto harus menjadi momentum bersih-bersih besar. Jangan biarkan proses pelantikan pejabat negara hanya menjadi seremoni kosong tanpa makna integritas!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/