seorang-balita-terombang-ambing-di-perairan-bombana-usai-km-cahaya-intan-selebes-tenggelam-1771068576910_169
Tragedi di Perairan Sultra: KM Cahaya Intan Selebes Tenggelam, Momen Balita Terombang-ambing Bikin Pilu!

KENDARI – Kabar memilukan datang dari perairan Sulawesi Tenggara (Sultra). Pada Senin (16/2/2026), kapal motor KM Cahaya Intan Selebes dilaporkan mengalami kecelakaan dan tenggelam. Di tengah kepanikan tersebut, beredar informasi dan rekaman yang memperlihatkan seorang balita terombang-ambing di tengah laut menggunakan pelampung seadanya, yang memicu keprihatinan luas dari netizen.

Hingga saat ini, tim Search and Rescue (SAR) bersama warga setempat tengah berupaya maksimal melakukan evakuasi dan pencarian terhadap penumpang yang masih dinyatakan hilang.

Detik-Detik Penyelamatan yang Menegangkan

KM Cahaya Intan Selebes diduga dihantam cuaca buruk atau mengalami gangguan teknis sebelum akhirnya karam. Yang paling menjadi sorotan adalah keberadaan seorang balita yang terpisah dari dek utama. Saksi mata menyebutkan bahwa balita tersebut bertahan di atas permukaan air sebelum tim penyelamat berhasil mendekat.

Poin-poin terkini dari lokasi kejadian:

  • Kondisi Cuaca: Gelombang tinggi di perairan Sultra menjadi kendala utama proses evakuasi.

  • Keajaiban Kecil: Informasi awal menyebutkan balita tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat, namun masih membutuhkan perawatan medis intensif.

  • Manifest Penumpang: Tim SAR masih mencocokkan jumlah penumpang selamat dengan data manifest resmi kapal.

“Setiap Detik Sangat Berarti”

Pihak Basarnas Kendari menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyisir area koordinat terakhir kapal untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di perairan. Dukungan dari kapal-kapal nelayan di sekitar lokasi juga sangat membantu proses evakuasi awal.

“Kami mengerahkan seluruh armada yang tersedia di pos terdekat. Keberadaan balita yang sempat terombang-ambing sudah dalam penanganan medis, dan kami terus menyisir area sekitar untuk mencari kemungkinan adanya korban lain,” ungkap perwakilan Tim SAR, Senin (16/2/2026).

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan terjadi di wilayah perairan Sulawesi dalam beberapa hari ke depan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/