JAKARTA – Ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, hingga ancaman inflasi impor (imported inflation) sedang menjadi hantu menakutkan bagi roda perekonomian negara-negara berkembang. Dalam kondisi seperti ini, kebijakan fiskal negara bisa menjadi penyelamat, atau justru menjadi pedang bermata dua yang membunuh daya beli warganya sendiri.
Namun pada Kamis (30/4/2026), sebuah langkah taktis yang menenangkan pasar resmi diumumkan. Kabar bahwa Purbaya pastikan tak ada pajak baru, fokus perkuat ekonomi di tengah gejolak ini menjadi oase di tengah gurun kekhawatiran masyarakat, khususnya kelas menengah yang selama ini sering menjadi “sapi perah” penerimaan negara.
Dari kacamata makroekonomi, keputusan untuk mengerem nafsu memungut pajak baru adalah langkah counter-cyclical yang sangat cerdas. Logikanya sederhana: ketika harga bahan pokok global meroket dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) masih membayangi, menaikkan pajak hanya akan membunuh daya beli (purchasing power). Jika rakyat tidak punya sisa uang untuk berbelanja, omzet UMKM dan perusahaan raksasa akan anjlok, yang pada akhirnya malah menurunkan total penerimaan pajak negara itu sendiri.
Fokus pemerintah saat ini beralih pada upaya “menebalkan jaket” pertahanan ekonomi domestik. Alih-alih memburu pajak baru dari rakyat kecil, strategi yang lebih relevan adalah mengoptimalkan basis pajak yang sudah ada, mengejar pengemplang pajak dari kalangan Ultra High Net Worth Individuals (UHNWI), serta memberantas penyelundupan dan ekonomi bawah tanah (shadow economy).
Bagi ekosistem pasar modal dan ritel, sentimen tanpa pajak baru ini adalah katalis positif. Masyarakat bisa lebih bernapas lega mengalokasikan disposable income (pendapatan yang siap dibelanjakan) mereka untuk konsumsi sektor riil maupun investasi. Mari kita apresiasi langkah “rem tangan” pemerintah ini, sembari terus mengawal agar komitmen ini tidak hanya manis di bibir, tapi konsisten dijalankan hingga badai krisis global benar-benar mereda!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/























