Jakarta – Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan keprihatinannya terhadap perkembangan situasi politik nasional. Ia menilai praktik politik di Indonesia semakin mengkhawatirkan karena adanya kecenderungan menghalalkan berbagai cara demi memperoleh kekuasaan.
Pernyataan tersebut disampaikan SBY melalui akun media sosial X miliknya pada Rabu (4/11/2026). Dalam unggahannya, ia mempertanyakan arah kehidupan politik Tanah Air yang menurutnya semakin jauh dari nilai moral dan etika.
SBY juga mengungkapkan kekhawatiran apabila kondisi tersebut terus berlanjut hingga membuat masyarakat merasa takut dan tidak mendapatkan ketenteraman ketika tinggal di negaranya sendiri.
Menanggapi situasi tersebut, SBY secara khusus menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto agar kembali menghidupkan politik yang berkeadaban. Menurutnya, upaya tersebut merupakan tanggung jawab besar yang harus menjadi perhatian pemimpin negara.
Ia menyebut pengembalian nilai-nilai keadaban dalam kehidupan politik sebagai panggilan sejarah sekaligus amanah rakyat. SBY juga berharap Prabowo mendapatkan kekuatan dan tuntunan dalam menjalankan tugas tersebut.
Pernyataan SBY muncul di tengah mencuatnya kasus dugaan penyadapan ilegal yang menyeret mantan Kapolri Listyo Sigit Prabowo bersama dua perwira tinggi Polri lainnya. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri dalam perkara dugaan penyadapan, akses ilegal, dan penghapusan data elektronik.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























