Jakarta – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik dengan mengalami lima kali erupsi pada Senin (3/8) pagi. Berdasarkan laporan petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, tinggi kolom letusan bervariasi mulai dari 300 meter hingga mencapai 700 meter di atas puncak gunung.
Erupsi pertama terjadi pada pukul 00.18 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 500 meter yang bergerak ke arah utara. Selang beberapa menit kemudian, letusan kedua terjadi dengan tinggi kolom abu mencapai 700 meter. Aktivitas vulkanik berlanjut pada pukul 01.46 WIB, 05.50 WIB, dan kembali terjadi pada pukul 07.56 WIB. Pada erupsi terakhir, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke tenggara. Aktivitas tersebut juga terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sekitar 120 detik.
Meski aktivitas erupsi masih berlangsung, status Gunung Semeru tetap berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah atau puncak gunung, serta menghindari sektor tenggara di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak awan panas, guguran lava, maupun lahar saat hujan turun. Warga juga diminta mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan BPBD guna mengantisipasi perkembangan aktivitas vulkanik.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























