Jakarta – Kepolisian Resor Pemalang masih menyelidiki kasus meninggalnya seorang siswa sekolah menengah pertama (SMP) berinisial AAF (13) yang diduga menjadi korban perundungan. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa sejumlah teman korban untuk mengungkap penyebab pasti kematian serta kronologi kejadian yang sebenarnya.
Korban diketahui sempat menjalani perawatan medis sebelum akhirnya meninggal dunia. Dugaan perundungan mencuat setelah informasi mengenai kondisi korban beredar luas di media sosial dan memicu perhatian masyarakat. Untuk memastikan penyebab kematian, penyidik juga telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban sebagai bagian dari proses penyelidikan ilmiah.
Selain memeriksa rekan-rekan korban, penyidik turut meminta keterangan dari pihak keluarga, sekolah, serta sejumlah saksi lainnya. Polisi menegaskan seluruh proses dilakukan secara profesional dan berdasarkan alat bukti yang ditemukan di lapangan. Hingga saat ini, belum ada kesimpulan resmi mengenai hubungan langsung antara dugaan perundungan dengan penyebab meninggalnya korban.
Kasus ini kembali menjadi sorotan mengenai pentingnya pencegahan perundungan di lingkungan sekolah. Aparat mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan memberikan ruang bagi penyidik untuk menuntaskan penyelidikan. Polisi memastikan hasil autopsi, pemeriksaan saksi, serta bukti lainnya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah hukum berikutnya.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























