JAKARTA – Bayang-bayang krisis energi global yang sempat menghantui akhirnya mulai memudar. Pada Sabtu (18/4/2026), keputusan Iran untuk melonggarkan blokade dan membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz memberikan efek relaksasi seketika pada urat nadi perekonomian dunia, tak terkecuali Indonesia.
Merespons perkembangan eskalasi geopolitik tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung mengeluarkan pernyataan resmi. Pemerintah menilai bahwa Iran buka Selat Hormuz, ESDM melihat hal ini sangat positif bagi stabilitas energi RI. Pasalnya, Selat Hormuz adalah “kerongkongan” utama distribusi minyak dunia. Hampir seperlima total konsumsi minyak global melewati celah sempit ini setiap harinya.
Bagi Indonesia yang berstatus sebagai net importer (negara pengimpor) minyak mentah, kelancaran arus logistik di Selat Hormuz adalah kabar yang teramat vital. Ketika selat tersebut dibuka, harga minyak mentah dunia otomatis mengalami koreksi turun karena suplai kembali melimpah dan kekhawatiran pasar mereda.
Penurunan harga minyak global ini ibarat painkiller (obat pereda nyeri) bagi postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kita yang sedang “sakit” akibat pelebaran defisit. Dengan harga minyak yang lebih murah, beban subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang harus ditanggung pemerintah tidak akan membengkak di luar kendali. Di sisi lain, ini juga bisa meredam pendarahan nilai tukar Rupiah, karena devisa Dolar AS yang keluar untuk membayar impor minyak menjadi lebih sedikit.
Meski menjadi angin segar di pertengahan April 2026 ini, Kabar Pelita memberikan catatan kritis bagi pemerintah. Ketergantungan absolut pada minyak fosil impor terbukti membuat leher ekonomi kita selalu tersandera oleh konflik negara lain.
Kelegaan hari ini tidak boleh membuat kita terlena. Momentum ini harus dimanfaatkan untuk mengebut transisi energi nasional. Selama infrastruktur energi baru terbarukan (EBT) dan kendaraan listrik massal belum menjadi tulang punggung transportasi kita, selama itu pula ekonomi Indonesia akan terus berdebar-debar setiap kali ada peluru nyasar di Timur Tengah!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















