Jakarta – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Jawa Barat menunjukkan perbaikan pada Agustus 2026. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat, angka pengangguran tercatat sebesar 6,67 persen, turun dibandingkan periode Agustus 2025 yang mencapai 6,77 persen.
Kepala BPS Jawa Barat, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa kondisi pengangguran masih menunjukkan perbedaan berdasarkan jenis kelamin dan wilayah tempat tinggal. TPT laki-laki tercatat sebesar 6,79 persen, sedangkan perempuan berada di angka 6,46 persen.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan mencapai 6,98 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kawasan perdesaan yang berada di level 5,14 persen. Meski demikian, pengangguran di perkotaan mengalami penurunan, sementara wilayah perdesaan justru mencatat kenaikan.
Dari sisi pendidikan, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi kelompok dengan tingkat pengangguran tertinggi, yakni 12,19 persen. Sebaliknya, kelompok lulusan SD ke bawah memiliki angka terendah sebesar 2,80 persen.
Seiring penurunan tersebut, jumlah penduduk Jawa Barat yang bekerja mencapai 24,77 juta orang atau bertambah 260 ribu orang dibandingkan tahun sebelumnya. Sektor perdagangan menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan jumlah 5,71 juta orang.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/





















