JAKARTA – Program unggulan pemerintah di bidang pemenuhan gizi anak bangsa tampaknya tidak hanya akan menyasar pelajar di dalam negeri. Baru-baru ini, Badan Gizi Nasional (BGN) menggulirkan rencana strategis untuk memperluas cakupan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menyeberang batas negara. Sebagai langkah awal yang ambisius, BGN wacanakan MBG untuk anak sekolah Indonesia di Saudi, bakal lapor Prabowo guna mematangkan skema eksekusi dan ketersediaan alokasi anggarannya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian negara yang nyata terhadap kelayakan gizi dan kesehatan anak-anak diaspora Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di luar negeri.
Memperluas Jangkauan Hingga ke Luar Negeri
Gagasan untuk mengikutsertakan Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN), khususnya di wilayah Arab Saudi (seperti Riyadh, Jeddah, atau Mekkah), didasari oleh semangat pemerataan. Anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI) maupun staf diplomatik yang belajar di sana dianggap memiliki hak yang sama untuk menikmati program prioritas pemerintah tersebut.
“Inisiatif ini patut diapresiasi karena menunjukkan negara tidak pilih kasih. Fakta bahwa BGN wacanakan MBG untuk anak sekolah Indonesia di Saudi, bakal lapor Prabowo mengindikasikan adanya visi global dari program ini. Tantangan terbesarnya tentu ada pada penyesuaian logistik lintas negara dan standardisasi menu yang tetap memenuhi kaidah gizi seimbang,” urai seorang pengamat kebijakan publik menanggapi rencana inovatif dari Badan Gizi Nasional tersebut.
Tiga Poin Pertimbangan Ekspansi Program MBG ke Arab Saudi
Dalam menyusun draf usulan yang akan dibawa ke meja kerja Presiden, BGN dan kementerian terkait tengah mematangkan tiga aspek fundamental operasionalisasi program:
-
Pemerataan Hak Gizi Anak Bangsa: Menegaskan prinsip bahwa status kewarganegaraan dan pemenuhan hak gizi tidak gugur hanya karena siswa berdomisili di luar wilayah teritorial Indonesia.
-
Kajian Logistik dan Mekanisme Pendanaan: Merumuskan apakah anggaran akan disalurkan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), Konsulat Jenderal, atau bekerja sama dengan vendor katering lokal di Arab Saudi yang terjamin kehalalan dan kebersihannya.
-
Menunggu Restu dan Arahan Kepala Negara: Sebelum dieksekusi, rencana ekspansi lintas negara ini mutlak membutuhkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto, mengingat hal ini menyangkut diplomasi dan penyesuaian porsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menyongsong Visi Indonesia Emas Tanpa Batas Wilayah
Jika wacana ini direstui oleh Presiden dan berhasil diimplementasikan di Arab Saudi, tidak menutup kemungkinan program Makan Bergizi Gratis akan direplikasi ke Sekolah Indonesia di negara-negara lain, seperti Malaysia, Singapura, atau Belanda. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas fisik dan kognitif para pelajar diaspora, tetapi juga mempertebal rasa nasionalisme mereka bahwa Ibu Pertiwi selalu hadir mendampingi langkah mereka menuntut ilmu, di belahan bumi mana pun mereka berada.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















