MALANG – Tembok meritokrasi di lingkungan birokrasi pemerintahan kita tampaknya kembali mendapat ujian berat. Pada Jumat (17/4/2026), publik disuguhkan dengan pemandangan yang memantik perdebatan sengit mengenai etika pejabat publik: Bupati Malang secara resmi melantik buah hatinya sendiri untuk memegang jabatan strategis eselon II sebagai Kepala Dinas (Kadis).
Sontak, keputusan ini langsung memicu tsunami kritik dari masyarakat yang mencium aroma pekat nepotisme dan konflik kepentingan (conflict of interest). Merespons gelombang protes tersebut, PDI-Perjuangan sebagai partai bernaung sang kepala daerah pun angkat bicara memberikan pembelaan.
Terkait polemik Bupati Malang lantik anak jadi Kadis, PDI-P menilai bahwa jika sesuai aturan, tidak adil apabila hak sang anak untuk berkarier di pemerintahan justru dikebiri semata-mata karena status biologisnya sebagai anak pejabat. Argumen utamanya bertumpu pada asas legalitas: selama kepangkatan Aparatur Sipil Negara (ASN) sang anak sudah memenuhi syarat, lolos tahapan assessment, dan memenangkan lelang jabatan secara terbuka, maka tidak ada hukum negara yang dilanggar.
Namun, di sinilah letak anomali yang membuat publik, terutama kalangan Gen Z dan Milenial, merasa gerah. Logika administrasi memang bisa divalidasi dengan dokumen, namun logika etika publik tidak bisa sekadar berlindung di balik stempel “sesuai aturan”.
Ketika seorang anak bupati mengikuti lelang jabatan di wilayah kekuasaan orang tuanya sendiri, wajar jika publik mempertanyakan objektivitas panitia seleksi. Apakah para penilai berani memberikan skor buruk kepada anak dari bos besar mereka? Di titik inilah “asas keadilan” yang sesungguhnya sedang dipertaruhkan.
Kabar Pelita menilai insiden di pertengahan April 2026 ini sebagai fenomena gunung es dari praktik politik kekerabatan di Indonesia. Aturan hukum di atas kertas memang penting, namun fatsoen (etika politik) dan kepantasan publik jauh lebih esensial bagi seorang pemimpin. Jangan sampai reformasi birokrasi yang didengungkan pemerintah pusat hanya berujung menjadi bisnis keluarga di tingkat daerah!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/




















