69a658906b8dc
Tragedi Mercon Ponorogo: Tim Gegana Turun Tangan Usai Ledakan Petasan Tewaskan Seorang Remaja

PONOROGO, JAWA TIMUR – Isak tangis menyelimuti sebuah desa di Ponorogo pada Selasa pagi (3/3/2026). Sebuah ledakan keras yang bersumber dari aktivitas perakitan petasan dilaporkan merusak sebuah bangunan dan menyebabkan seorang remaja meninggal dunia di tempat. Kerusakan yang ditimbulkan cukup masif, mengindikasikan jumlah bahan peledak (bubuk mercon) yang digunakan tidak sedikit.

Mengingat daya ledak yang tinggi dan adanya potensi bahan peledak sisa yang belum terpicu, Tim Gegana dikerahkan untuk melakukan sterilisasi dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna memastikan keamanan warga sekitar.

Mengapa Tim Gegana Diterjunkan?

Keterlibatan tim penjinak bom (Jibom) dari satuan Brimob ini memiliki beberapa tujuan krusial:

  • Identifikasi Bahan: Menganalisis jenis bahan kimia peledak yang digunakan (biasanya campuran belerang, kalium klorat, dan aluminium powder).

  • Penyisiran Sisa Peledak: Memastikan tidak ada sisa bahan peledak di sekitar lokasi yang bisa memicu ledakan susulan.

  • Analisis Daya Ledak: Menentukan apakah ledakan termasuk kategori low explosive atau memiliki dampak yang lebih luas terhadap struktur bangunan di sekitarnya.

Kondisi di Lokasi Garis polisi (police line) telah dipasang dalam radius yang cukup luas. Warga dilarang mendekat hingga Tim Gegana menyatakan area tersebut benar-benar bersih dari residu berbahaya.

Dampak Fisik dan Psikologis Selain korban jiwa, beberapa rumah di sekitar titik ledakan dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian plafon dan kaca jendela akibat gelombang kejut (shockwave). Masyarakat setempat pun kini berada dalam kondisi trauma.

Peringatan Kepolisian Polres Ponorogo kembali menegaskan bahwa pembuatan, penyimpanan, dan penyulutan petasan rakitan melanggar UU Darurat No. 12 Tahun 1951 dengan ancaman hukuman yang sangat berat.

“Nyawa Terlalu Berharga Hanya untuk Suara Ledakan”

Kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua dan remaja bahwa tradisi bermain petasan di bulan Ramadan adalah aktivitas yang sangat berisiko tinggi.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini terulang kembali. Tim Gegana sedang memastikan area aman, namun yang lebih penting adalah kesadaran masyarakat. Bahan peledak untuk mercon itu sangat sensitif terhadap gesekan dan panas. Jangan jadikan Ramadan sebagai momen duka,” ungkap perwakilan kepolisian di lokasi, Selasa (3/3/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/