JAKARTA – Kabar mengenai kemunculan sebuah platform atau saluran bernama “MBG TV” yang dikaitkan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mendapat pukulan telak. Pada Kamis (26/2/2026), Nanik S. Deyang, yang mewakili Badan Gizi Nasional (BGN), menegaskan bahwa lembaga negara tersebut tidak memiliki kaitan operasional, hukum, maupun koordinasi apa pun dengan pihak “MBG TV”.
Penegasan ini sangat penting mengingat program MBG sedang menjadi magnet perhatian publik, sehingga munculnya pihak-pihak yang mencoba “menumpang nama” dikhawatirkan dapat menyesatkan opini atau bahkan disalahgunakan untuk kepentingan komersial.
Penegasan “Zero Connection”
Dalam pernyataannya, Nanik S. Deyang memastikan bahwa BGN saat ini fokus penuh pada eksekusi program di lapangan, bukan pada industri penyiaran atau pembuatan kanal TV khusus.
Berikut adalah beberapa poin krusial dari klarifikasi tersebut:
-
Bukan Representasi Resmi: Segala konten, promosi, atau informasi yang disampaikan oleh “MBG TV” tidak mencerminkan kebijakan resmi Badan Gizi Nasional.
-
Waspada Pemanfaatan Branding: Nanik mengimbau masyarakat untuk berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menggunakan nama “MBG” untuk membangun basis massa atau mencari keuntungan iklan (monetisasi).
-
Satu Pintu Informasi: Seluruh informasi resmi mengenai rekrutmen SPPG, jadwal makan, hingga anggaran hanya akan dirilis melalui situs resmi pemerintah dan kanal media sosial resmi yang sudah diverifikasi.
-
Langkah Hukum: Pemerintah tidak menutup kemungkinan akan menelusuri motif di balik penggunaan nama tersebut jika terbukti merugikan citra program nasional.
Sumber Informasi Utama Informasi yang valid hanya berasal dari rilis resmi BGN atau kementerian koordinator terkait. Publik diminta untuk selalu melakukan cross-check pada domain .go.id.
Kedudukan “MBG TV” Entitas ini dinyatakan sebagai pihak luar yang bergerak secara mandiri tanpa izin ataupun penugasan dari pemerintah pusat maupun Badan Gizi Nasional.
Risiko Misinformasi BGN khawatir jika “MBG TV” menyiarkan jadwal atau teknis program yang tidak akurat, hal tersebut bisa memicu kebingungan di kalangan sekolah, orang tua siswa, dan penyedia katering (SPPG).
“Kami Tidak Berurusan dengan Industri Siaran”
Pernyataan ini sekaligus menjadi garis pembatas yang jelas agar masyarakat tidak lagi bingung membedakan mana konten edukasi publik resmi dan mana konten hiburan atau opini yang dibuat oleh pihak ketiga.
“Saya tegaskan, MBG TV itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan kami di BGN. Kami tidak punya program TV, kami fokus mengurus gizi anak-anak di sekolah. Jadi kalau ada yang mengatasnamakan program kami melalui kanal tersebut, itu bukan dari kami,” tegas Nanik S. Deyang, Kamis (26/2/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















