JAKARTA – Penanganan dampak bencana hidrometeorologi yang menerjang wilayah Pulau Sumatera masih menjadi prioritas utama pemerintah pusat. Pada Rabu (18/2/2026), Menteri Dalam Negeri (Mendagri) memaparkan data terkini bahwa masih terdapat 12.944 orang warga yang berada di titik-titik pengungsian.
Para pengungsi tersebut tersebar di beberapa wilayah terdampak parah, termasuk Aceh dan Tapanuli Tengah (Sumatera Utara), yang baru saja dihantam banjir bandang dan tanah longsor beberapa hari terakhir.
Fokus pada Logistik dan Kesehatan di Pengungsian
Mendagri menekankan bahwa meskipun air di beberapa lokasi mulai surut, pemulangan warga tidak bisa dilakukan secara terburu-buru. Faktor keamanan struktur bangunan rumah warga serta potensi bencana susulan menjadi pertimbangan utama mengapa belasan ribu jiwa tersebut masih bertahan di tenda darurat.
Poin-poin penting dalam paparan Mendagri:
-
Distribusi Logistik: Memastikan stok pangan dan air bersih mencukupi untuk seluruh 12.944 pengungsi hingga masa tanggap darurat berakhir.
-
Layanan Kesehatan: Mengantisipasi munculnya penyakit pasca-banjir seperti diare dan penyakit kulit di lokasi pengungsian yang padat.
-
Koordinasi Pemda: Mendagri menginstruksikan para kepala daerah untuk tetap berada di lokasi guna mengawasi penyaluran bantuan secara langsung.
“Keselamatan Rakyat Adalah Hukum Tertinggi”
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau pergerakan data pengungsi setiap harinya. Mendagri juga meminta jajaran pemerintah daerah untuk tidak hanya fokus pada bantuan fisik, tetapi juga mulai memikirkan trauma healing bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
“Data terakhir menunjukkan ada 12.944 saudara kita di Sumatera yang masih belum bisa kembali ke rumah. Kita tidak boleh lengah. Saya minta seluruh instansi terkait memastikan dapur umum tetap mengepul dan tenaga medis selalu siaga 24 jam di posko-posko tersebut,” tegas Mendagri, Rabu (18/2/2026).
Langkah selanjutnya adalah melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga yang rusak berat guna menentukan skema bantuan dana stimulan untuk pembangunan kembali hunian mereka.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/
























