6a12a6b7d4d53
Turun Tangan! Bareskrim Polri Selidiki Penyebab Blackout di Sumatera Guna Pastikan Tak Ada Sabotase

JAKARTA – Insiden padamnya listrik secara massal (blackout) yang melumpuhkan nyaris seluruh aktivitas di Pulau Sumatera kini tidak lagi hanya dipandang sebagai masalah teknis kelistrikan semata. Mengingat dampaknya yang sangat masif terhadap keamanan dan ekonomi nasional, aparat kepolisian secara resmi ikut turun gelanggang. Langkah tegas diambil saat tim penyidik dari Bareskrim Polri selidiki penyebab blackout di Sumatera untuk memastikan tidak adanya unsur kejahatan yang memicu kelumpuhan tersebut.

Intervensi dari aparat penegak hukum ini bertujuan untuk menelusuri secara komprehensif apakah gangguan pada sistem transmisi 275 kV tersebut murni karena faktor alam, human error (kelalaian teknis), atau justru terdapat indikasi sabotase terencana.

Menjaga Keamanan Objek Vital Nasional

Jaringan interkoneksi kelistrikan Pulau Sumatera merupakan salah satu Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang perannya sangat strategis. Matinya aliran listrik dalam durasi panjang telah memicu kerugian triliunan rupiah di sektor industri, serta mengganggu operasional rumah sakit dan fasilitas publik lainnya.

Oleh karena itu, pengusutan ini dianggap mutlak diperlukan.

“Kita tidak ingin berspekulasi prematur, namun pengamanan infrastruktur kritis adalah prioritas negara. Fakta bahwa saat ini Bareskrim Polri selidiki penyebab blackout di Sumatera menunjukkan betapa seriusnya pemerintah merespons insiden ini. Tim dari Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) dan Puslabfor sudah diterjunkan langsung ke sejumlah gardu induk yang dicurigai sebagai titik awal gangguan,” urai Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri dalam keterangan persnya di Mabes Polri.

Tiga Fokus Utama Penyelidikan Bareskrim

Dalam proses investigasi yang menggandeng ahli kelistrikan independen ini, penyidik Bareskrim Polri memusatkan perhatian pada tiga area krusial:

  1. Pemeriksaan Forensik Digital (Siber): Mengevaluasi sistem kontrol digital (SCADA) milik PLN untuk menyingkirkan potensi adanya peretasan jaringan (cyber attack) dari pihak luar yang sengaja mematikan sistem proteksi transmisi.

  2. Audit Kepatuhan SOP Pemeliharaan: Menyelidiki dokumen log atau rekam jejak perawatan fisik jaringan transmisi dan gardu induk, guna memastikan apakah ada kelalaian pihak manajemen dalam mengganti komponen yang sudah aus atau rusak.

  3. Investigasi Jejak Fisik di Lapangan: Melakukan penyisiran di sepanjang jalur menara Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang pertama kali mengalami trip (putus arus) untuk mencari bukti perusakan fisik, vandalisme, atau pencurian kabel grounding oleh oknum tak bertanggung jawab.

PLN Nyatakan Sikap Kooperatif

Menanggapi langkah proaktif kepolisian, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) menyatakan sikap akan sangat kooperatif. Manajemen PLN menegaskan kesiapannya untuk membuka seluruh data teknis dan memberikan akses seluas-luasnya kepada tim penyidik Polri. PLN berharap, penyelidikan ini dapat memberikan jawaban yang transparan kepada publik sekaligus menjadi evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali melumpuhkan Pulau Sumatera di masa mendatang.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/