polisi-menangkap-maling-laptop-yang-menggunakan-lanyard-di-salah-satu-hotel-bintang-5-kawasan-karet-jakarta-pusat-jakpus-dok-i-1771235336860_169
Penyamaran Berakhir! Maling "Ber-Lanyard" Spesialis Hotel Mewah Jakarta Ditangkap, Beraksi Sejak 2025

JAKARTA – Kewaspadaan bagi para tamu hotel mewah di ibu kota kini perlu ditingkatkan. Pada Selasa (17/2/2026), pihak kepolisian mengungkap penangkapan seorang pria yang menjadi pelaku tunggal spesialis pencurian di hotel-hotel bintang lima kawasan Jakarta. Uniknya, pelaku telah melancarkan aksinya sejak tahun 2025 dengan hanya bermodalkan sebuah lanyard (tali id card).

Modus ini terbilang sangat efektif karena pelaku mampu membaur dengan karyawan atau penyelenggara acara (event organizer) di area hotel tanpa mengundang kecurigaan petugas keamanan.

Modus Operandi: Kekuatan Penampilan dan “Tali Id Card”

Pelaku menyadari bahwa di hotel mewah, penampilan adalah kunci. Dengan berpakaian rapi dan mengenakan lanyard di leher, ia menciptakan impresi bahwa dirinya adalah bagian dari otoritas hotel atau tamu penting.

Beberapa fakta terkait aksi pelaku:

  • Akses Mudah: Dengan gaya yang percaya diri, ia melewati lobi dan masuk ke area publik maupun privat hotel tanpa diperiksa ketat.

  • Incaran Barang Mewah: Fokus utamanya adalah barang-barang berharga milik tamu seperti laptop, perhiasan, dan uang tunai yang tertinggal di area restoran, lounge, atau kamar yang tidak terkunci rapat.

  • Aksi Sejak 2025: Pelaku disinyalir sudah membobol belasan hotel mewah di Jakarta selama setahun terakhir sebelum akhirnya terekam jelas oleh kamera pengawas.

Pelajaran bagi Manajemen Hotel dan Tamu

Penangkapan ini menjadi teguran keras bagi manajemen hotel untuk tidak hanya menilai keamanan berdasarkan penampilan seseorang. Penggunaan sistem identifikasi yang lebih ketat seperti kartu akses atau verifikasi wajah kini dianggap semakin mendesak.

“Pelaku ini sangat tenang. Ia tahu kapan waktu-waktu lengah petugas. Modus memakai lanyard membuatnya dianggap ‘orang dalam’ oleh sekuriti. Kami mengimbau pihak hotel untuk melakukan verifikasi lebih ketat terhadap siapa pun yang berada di area privat,” ungkap perwakilan pihak kepolisian, Selasa (17/2/2026).

Bagi para tamu, diingatkan untuk tetap menyimpan barang berharga di dalam safety box yang tersedia di kamar dan tidak meninggalkan tas tanpa pengawasan di area publik hotel, meskipun di lingkungan yang terlihat eksklusif.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/