69958623094b2
Kritik Purbaya Soal Seleksi Bos OJK 2026: Pendaftar Membludak, Tapi Banyak yang 'Zonong' Keahlian?

JAKARTA – Proses seleksi pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode mendatang tengah menjadi sorotan. Pada Kamis (19/2/2026), Purbaya Yudhi Sadewa, yang terlibat dalam proses pemantauan atau panitia seleksi, melontarkan pernyataan yang cukup “pedas”. Ia mengungkapkan bahwa meski antusiasme pendaftar sangat tinggi, kualitas kompetensi sebagian pelamar masih jauh dari harapan.

OJK, sebagai pengawas sektor keuangan yang mengelola aset ribuan triliun Rupiah, membutuhkan sosok yang bukan hanya sekadar “mau”, tapi benar-benar ahli dalam seluk-beluk perbankan, pasar modal, hingga fintech.

Kuantitas Tinggi, Kualitas Jadi Tanda Tanya

Menurut Purbaya, fenomena ini cukup mengkhawatirkan karena posisi komisioner OJK bukanlah tempat untuk “belajar sambil bekerja”. Di tengah tantangan ekonomi global dan digitalisasi keuangan yang masif, pimpinan OJK dituntut langsung tancap gas.

Beberapa catatan penting dari pernyataan Purbaya:

  • Kurangnya Keahlian Spesifik: Banyak pendaftar yang memiliki latar belakang umum, namun tidak mendalami teknis regulasi keuangan atau manajemen risiko.

  • Integritas vs Popularitas: Purbaya menekankan bahwa rekam jejak integritas jauh lebih penting daripada sekadar nama besar tanpa penguasaan materi.

  • Tantangan Pengawasan: Kurangnya tenaga ahli di kursi pimpinan dikhawatirkan akan melemahkan pengawasan terhadap kasus-kasus keuangan yang semakin kompleks.

“OJK Bukan Tempat untuk Coba-Coba”

Kritik ini diharapkan menjadi alarm bagi para pendaftar dan panitia seleksi agar lebih selektif. Purbaya mengingatkan bahwa nasib stabilitas sistem keuangan Indonesia berada di tangan orang-orang yang terpilih nanti.

“Banyak yang mendaftar itu bagus, artinya banyak yang berminat mengabdi. Tapi kita harus jujur, sebagian besar bukan yang ‘jago’ di bidang ini. Padahal OJK butuh orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya dan punya kapasitas teknis yang mumpuni,” tegas Purbaya Yudhi Sadewa, Kamis (19/2/2026).

Masyarakat kini menunggu hasil kurasi tahap selanjutnya untuk melihat siapa saja nama-nama “jagoan” yang benar-benar layak masuk ke babak fit and proper test.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/