PATI – Kasus dugaan kekerasan seksual yang menyeret nama seorang oknum tokoh agama di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memantik reaksi keras dan gelombang kecaman dari berbagai pihak. Kuasa hukum korban bersama dengan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah secara tegas mendesak agar oknum kiai cabul di Pati tersebut diproses hukum secara transparan dan dijatuhi sanksi seberat-beratnya.
Tindakan amoral yang diduga dilakukan oleh oknum tersebut dinilai tidak hanya menghancurkan masa depan korban, tetapi juga sangat mencoreng nama baik institusi keagamaan dan pesantren di mata masyarakat luas.
PWNU Jateng: Tidak Ada Toleransi untuk Kekerasan Seksual
Sebagai salah satu representasi ormas Islam terbesar, PWNU Jateng tidak tinggal diam melihat kasus yang mencatut gelar keagamaan ini. Ketua PWNU Jateng menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan perlindungan maupun toleransi sedikit pun kepada siapa saja yang terbukti melakukan kejahatan seksual, apalagi jika pelakunya adalah seseorang yang seharusnya menjadi panutan umat.
“Tindakan tersebut sangat menyimpang dari ajaran agama dan merusak moral. Kami meminta aparat penegak hukum untuk bertindak tegas, profesional, dan memberikan hukuman maksimal. Jangan biarkan kasus ini merusak kepercayaan umat terhadap lembaga pendidikan keagamaan,” tegas perwakilan dari kalangan ulama tersebut.
Penegasan dari PWNU ini menjadi sinyal kuat bahwa institusi keagamaan justru berada di garda terdepan untuk mendukung aparat kepolisian dalam membersihkan oknum-oknum predator yang berlindung di balik jubah agama.
Kuasa Hukum Kawal Pemulihan Korban dan Proses Hukum
Sejalan dengan tuntutan PWNU, pihak kuasa hukum yang mendampingi para korban juga terus mendesak kepolisian untuk menggunakan pasal berlapis, termasuk Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) dan UU Perlindungan Anak.
Mengingat para korban mengalami trauma psikologis yang mendalam, kuasa hukum menekankan pentingnya keadilan yang nyata.
“Kami tidak hanya fokus pada pemenjaraan pelaku, tetapi juga pada keadilan bagi korban yang saat ini mengalami trauma berat. Kami meminta agar penegak hukum menjatuhkan hukuman yang bisa memberikan efek jera yang nyata, mengingat pelaku adalah figur yang memiliki relasi kuasa atas korban-korbannya,” ujar kuasa hukum korban.
Masyarakat Menanti Ketegasan Aparat
Kasus dugaan kiai cabul di Pati ini kini menjadi ujian bagi integritas aparat penegak hukum di Jawa Tengah. Publik dan tokoh masyarakat akan terus mengawal jalannya penyidikan hingga kasus ini bergulir ke meja hijau.
Polisi diimbau untuk segera merampungkan berkas perkara tanpa pandang bulu agar pelaku segera diadili dan para korban mendapatkan keadilan yang telah lama direnggut dari mereka.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/




















