69c64aa8ad452
Bikin Gaduh! Di Depan DPR, Purbaya Tepis Keras Isu Liar APBN RI Cuma Tahan 2 Minggu

JAKARTA – Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, sekecil apa pun isu negatif mengenai keuangan negara bisa memicu kepanikan massal (panic market) di kalangan investor dan masyarakat. Itulah sebabnya, pada rapat dengar pendapat yang digelar pada Selasa (7/4/2026), pemerintah langsung mengambil sikap clearance atau pembersihan isu di Gedung DPR RI, Senayan.

Purbaya Yudhi Sadewa, yang mewakili suara otoritas fiskal, secara blak-blakan menepis rumor tak berdasar yang sempat viral di berbagai platform pesan singkat dan media sosial. Rumor tersebut menarasikan bahwa kondisi kas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia sedang “kering kerontang” dan hanya memiliki napas untuk bertahan membiayai negara selama dua minggu ke depan.

“Isu yang menyebut APBN kita hanya tahan 2 minggu itu sama sekali tidak benar dan sangat menyesatkan,” tegas Purbaya di hadapan Komisi XI DPR RI.

Ia memaparkan data-data faktual terkait postur APBN saat ini, termasuk rasio cadangan kas negara (Sal), performa penerimaan pajak yang masih berada dalam jalur (on-track), serta strategi pembiayaan (debt management) yang sangat terukur. Purbaya memastikan bahwa likuiditas negara saat ini dalam kondisi yang sangat aman dan prudent (berhati-hati) untuk membiayai seluruh operasional pemerintahan, pembayaran utang jatuh tempo, hingga program-program prioritas pro-rakyat seperti subsidi dan bantuan sosial.

Lebih lanjut, ia menyayangkan adanya pihak-pihak yang sengaja menggoreng sentimen negatif ini. Dalam ilmu ekonomi makro, menyebarkan isu kebangkrutan negara (default) adalah tindakan yang berbahaya karena dapat memicu pelarian modal asing (capital outflow) dan melemahkan nilai tukar Rupiah secara drastis akibat sentimen psikologis pasar yang ketakutan.

Bagi masyarakat luas dan pelaku usaha, bantahan resmi di awal April 2026 ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran yang sempat muncul. Perekonomian negara tidak dihitung dengan hitungan warung kelontong; ada instrumen berlapis yang disiapkan Kementerian Keuangan bersama Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas fiskal dan moneter.

Jadi, buat Sobat Pelita yang sempat overthinking baca pesan berantai (broadcast) di grup WhatsApp keluarga soal negara mau bangkrut, sekarang bisa bernapas lega. Negara kita masih punya bensin yang cukup untuk terus melaju!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/