1493582385
Lampu Merah Ekonomi! Rupiah Melemah Paling Dalam di Asia, Analis Sebut Defisit Anggaran Jadi Biang Keroknya

JAKARTA – Langit ekonomi Indonesia tampaknya sedang mendung di pertengahan bulan ini. Pada Sabtu (18/4/2026), publik dan pelaku pasar dikejutkan oleh anjloknya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Tragisnya, depresiasi ini bukan tren regional, lantaran Rupiah justru mencatatkan rekor sebagai mata uang yang melemah paling dalam dibandingkan mata uang negara-negara Asia lainnya.

Mengapa mata uang kita bisa sampai babak belur sendirian di ring Asia? Para analis ekonomi makro rupanya memotret adanya kepanikan di kalangan investor. Mereka secara kompak menyebut bahwa pelebaran defisit anggaran negara kini menjadi beban psikologis dan beban fundamental yang sangat berat.

Sederhananya, pasar keuangan global sedang khawatir melihat postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia. Rencana jor-joran pemerintah untuk mendanai berbagai mega-proyek dan program populis—sementara target penerimaan pajak mandek—membuat defisit kas negara dikhawatirkan membengkak melebihi batas aman. Ketika investor asing tidak yakin dengan “kesehatan dompet” pemerintah kita, mereka akan beramai-ramai menarik modalnya keluar ( capital outflow), yang berujung pada terjun bebasnya nilai Rupiah.

Dampak dari anjloknya Rupiah ini jelas bukan urusan elite semata, tapi akan langsung menusuk jantung ekonomi rakyat kecil. Pelemahan Rupiah akan memicu imported inflation (inflasi barang impor). Harga gandum, kedelai untuk tahu-tempe, BBM, hingga alat elektronik akan meroket tajam karena dibeli menggunakan Dolar AS.

Menyikapi hal ini, Kabar Pelita mendesak tim ekonomi kabinet untuk segera menyalakan mode krisis! Pemerintah harus realistis dan berani memangkas atau menunda proyek-proyek infrastruktur yang tidak mendesak demi menyelamatkan stabilitas fiskal. Disiplin anggaran adalah harga mati. Jangan sampai ambisi mengejar pertumbuhan justru mengorbankan stabilitas Rupiah yang ujung-ujungnya membuat rakyat semakin tercekik oleh lonjakan harga kebutuhan pokok!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/