JAKARTA – “You either die a hero, or you live long enough to see yourself become the villain.” Kutipan legendaris dari film The Dark Knight ini rasanya adalah kalimat yang paling pas untuk menggambarkan runtuhnya integritas Ketua Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto.
Pada Kamis (16/4/2026), publik tidak hanya dikejutkan oleh penetapannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap sebesar Rp 1,5 Miliar, tetapi juga oleh kontrasnya masa lalu sang pejabat. Jauh sebelum duduk di kursi empuk birokrasi, Hery adalah sosok pemuda yang lekat dengan jalanan dan pengeras suara.
Sepak terjangnya dimulai dari akar rumput. Ia dikenal sebagai aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang sangat vokal. Pada masa jayanya, rekam jejak Hery dipenuhi dengan dedikasi mengadvokasi masyarakat marjinal, mengkritisi kebijakan pemerintah yang timpang, hingga menyuarakan transparansi. Kredibilitasnya sebagai “orang lapangan” inilah yang kemudian membawanya lolos seleksi dan dipercaya menduduki kursi komisioner, hingga akhirnya mencapai puncak pimpinan di Ombudsman RI.
Harapan publik saat itu sangat besar. Mengangkat seorang mantan aktivis LSM menjadi Ketua Ombudsman ibarat meletakkan “anjing penjaga” yang paling galak untuk menggigit birokrat nakal. Namun, realita di pertengahan April 2026 ini berkata lain. Sistem dan godaan kekuasaan rupanya lebih kuat dari idealisme masa mudanya. Uang pelicin miliaran rupiah sukses membungkam suara lantang yang dulu sering ia gaungkan di jalanan.
Jatuhnya Hery Susanto ke dalam jurang korupsi adalah sebuah ironi yang sangat menyakitkan, sekaligus menjadi tamparan keras bagi gerakan sipil dan pemuda di Tanah Air. Ini membuktikan bahwa power tends to corrupt (kekuasaan cenderung korup) bukanlah isapan jempol belaka.
Kabar Pelita menilai, rekam jejak Hery sebagai mantan aktivis justru seharusnya menjadi faktor pemberat hukumannya! Ia tahu persis bagaimana rasanya menjadi rakyat yang didiskriminasi oleh birokrasi, namun ia justru memilih menjadi bagian dari kebobrokan tersebut. Selamat jalan idealisme, selamat datang jeruji besi!
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/




















