Jakarta – Undangan rapat yang tiba-tiba muncul di kalender ponsel atau laptop perlu diwaspadai. Pelaku kejahatan siber memanfaatkan undangan meeting palsu untuk mengelabui pengguna agar membuka tautan berbahaya atau mengunduh file yang mengandung malware.
Modus ini dikenal sebagai ICS phishing, yakni serangan yang memanfaatkan file undangan kalender berformat ICS. File tersebut dapat berisi informasi rapat atau janji temu yang terlihat meyakinkan, tetapi justru digunakan untuk mengarahkan korban ke situs berbahaya.
Cara Mengenali dan Menghindari Undangan Meeting Palsu
Laporan perusahaan keamanan siber Sublime mencatat peningkatan serangan dengan modus undangan kalender palsu. Pelaku dapat menyamarkan undangan sebagai rapat kerja, pemberitahuan tagihan, atau informasi pengembalian dana. Korban kemudian diarahkan mengeklik tautan atau mengunduh file yang berpotensi memasang malware pada perangkat.
Untuk menghindari ancaman tersebut, pengguna sebaiknya memeriksa alamat pengirim dan memastikan agenda rapat memang dikenal. Jangan mengeklik tautan, memindai kode QR, atau mengunduh lampiran dari undangan yang mencurigakan.
Jika undangan mengatasnamakan perusahaan atau layanan tertentu, verifikasi informasi melalui situs atau aplikasi resminya dengan membukanya secara mandiri. Hindari memasukkan kata sandi dan data pribadi melalui tautan yang tidak tepercaya.
Pengguna juga disarankan memperbarui sistem operasi serta perangkat lunak keamanan secara berkala. Jika menemukan agenda asing, tandai sebagai spam atau laporkan melalui fitur yang tersedia. Munculnya undangan tak dikenal tidak selalu berarti perangkat telah terinfeksi, tetapi tetap perlu diperiksa dengan hati-hati.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/






















