t_68a5afc7286dc
Menakar Ancaman Banjir Jakarta: Mengenang Peringatan Ahok dan Langkah Strategis Pramono Soal Tanggul Pantai

JAKARTA – Isu ketahanan wilayah pesisir Jakarta kembali mencuat ke permukaan di awal tahun 2026. Publik kembali diingatkan pada pernyataan ikonik mantan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang pernah memperingatkan bahwa jika tanggul pantai Jakarta jebol, air laut bisa merendam hingga ke jantung kota di kawasan Monas.

Kini, di tengah dinamika pembangunan ibu kota, langkah dan respons Pramono Anung dalam menghadapi ancaman tersebut menjadi perhatian utama bagi warga yang mendambakan rasa aman dari ancaman banjir rob.

Memori Peringatan Ahok: Skenario Terburuk bagi Monas

Beberapa tahun lalu, Ahok menekankan pentingnya proyek tanggul raksasa (Great Sea Wall) atau NCICD sebagai benteng pertahanan terakhir Jakarta. Skenario “Monas Terendam” bukan sekadar gertakan, melainkan analisis teknis mengenai penurunan muka tanah (land subsidence) yang terus terjadi di wilayah Jakarta Utara.

Jika tanggul penyangga di sisi pantai tidak diperkuat atau mengalami kerusakan sistematis, tekanan air laut saat pasang tertinggi diprediksi mampu melintasi batas-pintas wilayah hingga masuk ke area ring satu di pusat Jakarta.

Strategi Pramono Anung: Integrasi dan Percepatan

Merespons memori peringatan tersebut, Pramono Anung kini menekankan pada aspek integrasi pembangunan tanggul yang tidak hanya berfungsi sebagai penahan air, tetapi juga sebagai bagian dari penataan ruang publik yang produktif.

Beberapa poin utama dalam pendekatan kebijakan di tahun 2026 ini meliputi:

  • Percepatan Proyek NCICD: Memastikan pembangunan tanggul laut yang menjadi kewenangan pemerintah daerah berjalan sinkron dengan proyek pemerintah pusat.

  • Audit Kelayakan Tanggul: Melakukan pemeriksaan rutin terhadap titik-titik rawan jebol di sepanjang pantai utara Jakarta guna menghindari skenario buruk yang pernah diprediksi.

  • Sistem Pompa Modern: Memperkuat keberadaan pompa-pompa berkapasitas besar di wilayah hilir untuk memastikan air hujan tetap bisa dibuang ke laut meskipun permukaan laut sedang tinggi.

Harapan Warga Jakarta dan Sekitarnya

Bagi warga Jakarta dan wilayah penyangga seperti Bekasi yang sering beraktivitas di pusat kota, keberlanjutan proyek ini adalah harga mati. Keamanan Monas dan kawasan vital lainnya adalah simbol ketangguhan infrastruktur Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim global.

Publik berharap agar perdebatan politik tidak menghambat proses pengerjaan fisik di lapangan. Mitigasi banjir harus menjadi prioritas lintas kepemimpinan, di mana inovasi masa kini dari Pramono Anung dapat menyempurnakan visi proteksi wilayah yang telah diletakkan oleh para pendahulunya, termasuk Ahok.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/