BEKASI, JAWA BARAT – Sebuah insiden merugikan dialami oleh puluhan pengendara sepeda motor di wilayah Bekasi Timur pada Minggu (1/3/2026). Tak lama setelah melakukan pengisian bahan bakar, kendaraan mereka mendadak tersendat hingga mogok total hanya beberapa meter setelah keluar dari area SPBU.
Kecurigaan warga terbukti benar setelah pihak pengelola melakukan pengecekan internal dan mengakui bahwa bahan bakar yang disalurkan telah terkontaminasi oleh zat lain, yang diduga kuat adalah air.
Penyebab Kontaminasi: Rembesan Air Hujan?
Pihak pengelola SPBU langsung memberikan klarifikasi di lokasi kejadian untuk meredam amarah warga. Berdasarkan investigasi awal, terdapat kebocoran atau rembesan pada tangki pendam (penyimpanan bawah tanah) yang terisi air, kemungkinan akibat intensitas hujan yang tinggi di wilayah Bekasi beberapa waktu terakhir.
Beberapa poin penting dari insiden ini:
-
Dampak Langsung: Motor mengalami water hammer ringan hingga berat karena air masuk ke ruang bakar.
-
Pengakuan Pengelola: Mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan kualitas tangki pendam.
-
Tindakan Darurat: Pengisian BBM di SPBU tersebut langsung dihentikan sementara guna pengurasan tangki dan sterilisasi pompa.
Tanggung Jawab Pengelola Pengelola SPBU menyatakan siap bertanggung jawab penuh atas kerusakan yang dialami konsumen. Warga yang terdampak diminta untuk mengumpulkan nota pembelian atau bukti transaksi digital serta mendata kerusakan motornya.
Proses Perbaikan Sebagian kendaraan langsung dibawa ke bengkel terdekat atas biaya SPBU, sementara sebagian lainnya diberikan ganti rugi berupa pengurasan tangki motor dan pengisian kembali BBM yang murni secara gratis.
Langkah Kepolisian Pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota dikabarkan telah mendatangi lokasi untuk memasang garis polisi (police line) di area tangki penyimpanan guna penyelidikan lebih lanjut terkait adanya unsur kesengajaan atau murni faktor alam.
“Konsumen Berhak Mendapatkan Bahan Bakar yang Layak”
Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) seringkali menekankan bahwa kerugian akibat kualitas BBM yang buruk sepenuhnya menjadi beban penyedia jasa.
“Kami sudah minta maaf kepada para pelanggan. Ada kendala teknis pada tangki pendam kami yang kemasukan air. Semua motor yang mogok akan kami tangani perbaikannya sampai tuntas. Kami pastikan kejadian ini tidak akan terulang kembali,” ungkap perwakilan pengelola SPBU, Minggu (1/3/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















