TUAL, MALUKU – Kabar duka sekaligus kemarahan publik menyelimuti Kota Tual, Maluku. Pada Senin (23/2/2026), detail mengenai aksi brutal seorang oknum anggota Brimob yang menyebabkan meninggalnya seorang pelajar semakin terungkap. Korban dilaporkan mengembuskan napas terakhir setelah menerima hantaman keras di bagian kepala menggunakan helm.
Insiden yang terjadi di ruang publik ini memicu gelombang protes dari warga lokal yang menuntut agar pelaku tidak hanya diberikan sanksi etik, tetapi juga hukuman pidana maksimal.
Kronologi: Hantaman Helm yang Berujung Maut
Berdasarkan keterangan beberapa saksi di lokasi, insiden bermula dari sebuah gesekan kecil yang terjadi di jalanan. Alih-alih menyelesaikan masalah secara persuasif, oknum aparat tersebut justru terpancing emosi dan melakukan tindakan kekerasan fisik.
Poin-poin memilukan dalam aksi tersebut:
-
Penggunaan Helm sebagai Senjata: Saksi mata melihat pelaku berkali-kali menghantamkan helm ke arah kepala korban dengan kekuatan penuh.
-
Kondisi Korban: Pelajar tersebut langsung tersungkur dan sempat dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong akibat luka dalam yang serius di bagian kepala.
-
Aksi Brutal di Depan Umum: Tindakan ini dilakukan di lokasi yang cukup ramai, sehingga menimbulkan trauma bagi warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut.
“Polisi Seharusnya Melindungi, Bukan Menghabisi”
Kejadian ini menjadi noda besar bagi institusi Polri yang sedang berupaya memperbaiki citranya. Publik mempertanyakan kontrol emosi dan standar operasional prosedur (SOP) anggota di lapangan, terutama saat menghadapi warga sipil yang masih di bawah umur.
“Kami tidak akan mentolerir tindakan brutal semacam ini. Proses hukum sedang berjalan secara maraton. Kami pastikan tim Propam dan Reskrim bekerja objektif untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa saudara kita di Tual,” tegas perwakilan otoritas keamanan wilayah, Senin (23/2/2026).
Masyarakat Maluku, khususnya di Tual, kini terus mengawal kasus ini melalui media sosial dengan tagar keadilan, berharap agar kasus ini tidak menguap begitu saja.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















