Jakarta — Empat warga negara Indonesia (WNI) dilaporkan menjadi korban penculikan bajak laut saat bekerja sebagai awak kapal penangkap ikan di perairan Gabon, Afrika Tengah. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam (11 Januari 2026) di wilayah laut lepas Gabon dan kini memicu respons diplomatik serta koordinasi intensif oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) bersama otoritas setempat.
Kejadian bermula ketika kapal ikan IB Fish 7, berbendera Gabon, diserang oleh sekelompok tiga pria bersenjata sekitar tujuh mil laut tenggara Equata di perairan Gabon. Kelompok perompak tersebut menaiki kapal saat sedang melakukan operasi penangkapan ikan dan langsung mengambil alih kendali.
Dalam serangan itu, tim perompak menculik sembilan awak kapal yang berada di atas kapal trawler tersebut. Dari sembilan korban yang dibawa paksa, 4 di antaranya adalah WNI sementara saldo korban berasal dari warga negara China. Keenam awak lain — termasuk warga Indonesia, China, dan Burkina Faso — berhasil bertahan di kapal setelah peristiwa pembajakan.
Situasi tersebut menjadi salah satu contoh terbaru ancaman bajak laut di kawasan Teluk Guinea, wilayah maritim sepanjang lebih dari 5.700 kilometer dari Senegal hingga Angola yang dikenal rawan aksi perompak. Aksi kriminal semacam ini sering kali menargetkan kapal ikan maupun kapal dagang yang melintas di perairan tersebut.
Upaya Perlindungan & Diplomasi RI
Menanggapi insiden ini, Kemlu RI menyatakan bahwa Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI di Yaounde (Kamerun), yang wilayah akreditasinya mencakup Gabon, telah secara cepat menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Libreville, ibu kota Gabon. Tujuan koordinasi ini adalah untuk memastikan perlindungan dan keselamatan WNI yang menjadi korban serta memperoleh informasi langsung dari otoritas setempat.
Juru Bicara Kemlu, Vahd Nabyl, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta dukungan dari Pemerintah Gabon untuk ikut membantu upaya penyelamatan serta menjamin keselamatan para ABK yang disandera. Namun perihal detil negosiasi, permintaan tebusan, atau perkembangan terbaru mengenai keberadaan para sandera belum tersedia secara publik.
Tindakan Otoritas Gabon dan Situasi Terkini
Pihak otoritas Gabon, termasuk Angkatan Laut Nasional, telah menemukan kapal yang dibajak dan mengawal enam awak kapal yang selamat menuju pelabuhan Owendo di Libreville guna mendapatkan perlindungan. Hal ini disampaikan dalam pernyataan resmi yang dikutip oleh media setempat.
Pemerintah Gabon juga memastikan bahwa situasi di tingkat keamanan sudah terkendali, dan langkah-langkah diperlukan sedang diambil guna menangani kasus ini serta mencari pelaku yang terlibat. Kejaksaan setempat dilaporkan telah membuka penyelidikan resmi atas insiden tersebut untuk memperjelas motif, pergerakan bajak laut, serta jalur kontak untuk menyelamatkan para sandera.
Kekhawatiran Keamanan Maritim Internasional
Kasus penculikan di perairan Gabon ini kembali menunjukkan tingginya risiko pembajakan laut di kawasan Teluk Guinea, yang selama beberapa tahun terakhir menjadi wilayah dengan insiden paling sering dilaporkan di perairan Afrika Barat. Tidak hanya menyerang kapal dagang besar, aksi kriminal ini juga menargetkan kapal kecil seperti kapal ikan.
Direktur Organisasi Maritim dan Badan keamanan maritim internasional pun sering mengimbau kapal yang beroperasi di wilayah tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan, melaporkan aktivitas mencurigakan, serta mengikuti pedoman keamanan yang dikeluarkan otoritas maritim global.
Harapan & Permintaan Keluarga
Sementara itu, keluarga para awak kapal yang diculik terus menanti update perkembangan terbaru. Pemerintah Indonesia melalui KBRI berharap dapat segera mengamankan pembebasan WNI dan memastikan mereka kembali ke tanah air dalam keadaan selamat. Pihak keluarga dan warga di tanah air pun mengikuti perkembangan kasus ini dengan penuh harap.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/



















