YERUSALEM – Kesunyian yang mencekam menyelimuti Kota Tua Yerusalem pada Sabtu pagi (21/3/2026). Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana ratusan ribu jemaah memadati pelataran batu Masjid Al-Aqsa, kali ini gerbang-gerbang menuju tempat suci tersebut dijaga ketat oleh barikade keamanan berlapis. Otoritas setempat memberlakukan pembatasan usia dan domisili yang sangat ketat, sehingga praktis hanya segelintir warga lansia di sekitar lokasi yang bisa masuk.
Barikade di Setiap Sudut Kota
Sejak fajar menyingsing, akses menuju kompleks Al-Aqsa telah ditutup bagi sebagian besar jemaah pria di bawah usia 50 tahun. Ribuan warga Palestina yang datang dari berbagai penjuru wilayah Tepi Barat tertahan di pos-pos pemeriksaan (checkpoint). Mereka terpaksa menggelar sajadah di aspal jalanan, di bawah tatapan tajam petugas keamanan bersenjata lengkap.
“Ini bukan Idul Fitri yang kami kenal. Tidak ada tawa anak-anak di pelataran masjid, tidak ada gema takbir yang menggetarkan jiwa. Hanya ada kesunyian dan rasa sakit yang mendalam,” ujar seorang warga lokal dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (21/3/2026).
Dampak Eskalasi Geopolitik 2026
Situasi ini tidak lepas dari tensi tinggi yang melanda kawasan Timur Tengah sepanjang Maret 2026. Seiring dengan meningkatnya ketegangan antara Iran, Israel, dan keterlibatan Amerika Serikat, kebijakan keamanan di Yerusalem kian diperketat guna mencegah potensi unjuk rasa besar-besaran di hari raya.
Dunia internasional, termasuk Indonesia, terus memantau kondisi ini dengan keprihatinan mendalam. Di saat para pemimpin negara lain merayakan Lebaran dengan open house dan suka cita, jemaah di Yerusalem hanya bisa merayakan kemenangan dalam doa-doa sunyi di balik kawat berduri.
Meskipun akses fisik dibatasi, semangat spiritual warga Palestina tetap tak tergoyahkan. Mereka menjadikan jalanan-jalanan sempit di Kota Tua sebagai tempat bersujud, membuktikan bahwa keyakinan tidak bisa dipenjara oleh barikade fisik mana pun.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















