Jakarta — Kabar gembira untuk masyarakat yang merencanakan perjalanan mudik dan balik saat Hari Raya Idul Fitri 1447 H / Lebaran 2026, karena Tol Jakarta–Cikampek II Selatan (Tol Japek II Selatan) dipastikan akan dibuka secara fungsional tanpa tarif (gratis) pada periode libur Lebaran mendatang. Keputusan ini diambil oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas di jalur tol utama dan memberikan alternatif rute bagi pemudik.
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, menyatakan bahwa skema pembukaan fungsional Tol Japek II Selatan pada periode Lebaran tidak jauh berbeda dari yang diterapkan pada periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025-2026 lalu. Namun kali ini, ruas tol yang dibuka secara fungsional justru diperpanjang sehingga jangkauan gratisnya lebih luas.
Pada Lebaran sebelumnya, Tol Japek II Selatan hanya dibuka fungsional dari Gerbang Tol (GT) Sadang hingga GT Bojongmangu sepanjang sekitar 31,25 kilometer. Sedangkan pada Lebaran 2026 ini, ruas yang akan dibuka akan mencapai sekitar 54,75 kilometer, yakni dari GT Sadang di Purwakarta hingga GT Setu di Bekasi.
Tujuan Pembukaan Gratis dan Manfaatnya
Pembukaan fungsional ini bertujuan untuk menyediakan jalur alternatif sekaligus membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di sepanjang Tol Jakarta–Cikampek (Japek) eksisting, khususnya pada puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Dengan ruas tol tambahan ini, kendaraan dari arah barat dan selatan yang hendak menuju Jabodetabek dapat mengambil jalur alternatif yang lebih lancar dibanding melalui jalan tol utama yang biasanya padat saat libur panjang.
Rivan mengatakan bahwa meskipun ruas tol ini berstatus fungsional, Jasa Marga berencana untuk melengkapi fasilitas di sepanjang jalur dengan penerangan permanen supaya perjalanan pemudik tetap aman, nyaman, dan tidak gelap saat malam hari.
Peran Tol Japek II Selatan dalam Mengurai Macet
Tol Japek II Selatan merupakan tol besar yang dirancang untuk menghubungkan Tol JORR di Jatiasih, Bekasi, dengan Tol Purbaleunyi di Sadang, Purwakarta serta memperluas konektivitas jaringan jalan tol di Pulau Jawa. Ketika beroperasi penuh nanti, tol ini diharapkan menjadi jalur strategis untuk mempercepat arus kendaraan, terutama dari dan menuju Bandung serta wilayah barat Jawa.
“Dengan kapasitas ruas fungsional yang lebih panjang sampai GT Setu, masyarakat pemudik akan lebih mudah memilih rute yang tidak terlalu padat,” kata Rivan saat menghadiri acara publik beberapa waktu lalu.
Kemajuan Proyek dan Potensi Operasional Penuh
Tol Japek II Selatan sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang sedang dibangun secara bertahap. Total panjang tol diproyeksikan mencapai sekitar 62 kilometer, terbagi dalam tiga paket konstruksi. Per Oktober 2025, progres konstruksi tol ini telah mencapai sekitar 72,04 persen, sedangkan progres pembebasan lahan mencapai lebih dari 80 persen.
Dengan progres tersebut, meskipun belum 100 persen rampung, tol Japek II Selatan telah cukup layak digunakan secara fungsional untuk periode mudik dan balik Lebaran mendatang. Program operasional gratis (fungsional) ini juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk mengenal rute baru serta membantu evaluasi penggunaan jalan sebelum dioperasikan sepenuhnya secara komersial.
Tips Bagi Pemudik
Bagi pemudik yang ingin memanfaatkan Tol Japek II Selatan saat Lebaran 2026, penting untuk selalu update informasi dari Jasa Marga atau pihak kepolisian mengenai status operasional dan aturan lalu lintas yang berlaku di ruas ini. Selain itu, persiapan kendaraan serta perencanaan rute sebelum berangkat juga dianjurkan untuk menghindari kebingungan di lapangan.
Dengan dibukanya Tol Japek II Selatan secara gratis dari Sadang hingga Setu, diharapkan arus mudik dan balik tahun ini menjadi lebih lancar dan nyaman bagi masyarakat dari seluruh penjuru Indonesia.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















