TANGERANG – Aksi kekerasan jalanan kembali memakan korban, kali ini menimpa seorang praktisi hukum. Pada Rabu (25/2/2026), dilaporkan bahwa seorang advokat di Tangerang mengalami luka parah dan sempat berada dalam kondisi kritis setelah menjadi korban penusukan. Pelaku diduga merupakan oknum debt collector yang tengah terlibat perselisihan dengan korban.
Insiden berdarah ini terjadi di tengah keramaian, di mana korban menerima tiga tusukan senjata tajam di bagian vital yang membuatnya harus dilarikan ke ruang ICU rumah sakit terdekat.
Kronologi: Adu Mulut yang Berujung Penikaman
Berdasarkan informasi awal di lapangan, kejadian bermula saat korban mencoba melakukan mediasi atau pendampingan hukum terkait masalah penagihan yang dilakukan oleh sekelompok penagih utang. Namun, situasi memanas hingga salah satu oknum mencabut senjata tajam dan menyerang korban secara membabi buta.
Poin-poin penting dalam peristiwa ini:
-
Jumlah Luka: Korban menderita tiga luka tusukan serius yang mengenai area perut dan dada.
-
Kondisi Korban: Sempat melewati masa kritis setelah menjalani operasi darurat, namun saat ini masih dalam pengawasan ketat tim medis.
-
Tindakan Polisi: Polres Metro Tangerang Kota telah mengantongi identitas pelaku dan sedang melakukan pengejaran intensif.
-
Solidaritas Advokat: Organisasi advokat setempat mengecam keras aksi premanisme ini dan menuntut pelaku dihukum maksimal.
“Profesi Hukum Harus Dilindungi dari Premanisme”
Rekan-rekan sejawat korban menekankan bahwa advokat adalah penegak hukum yang dilindungi undang-undang dalam menjalankan tugasnya. Kekerasan terhadap advokat dianggap sebagai serangan terhadap martabat hukum itu sendiri.
“Kami tidak akan membiarkan kasus ini menguap. Rekan kami ditusuk saat sedang menjalankan fungsinya. Ini adalah tindakan pengecut. Kami meminta kepolisian segera menangkap semua yang terlibat, termasuk otak di balik penagihan kasar tersebut,” tegas salah satu rekan korban, Rabu (25/2/2026).
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















