69f03d6e477d4
Sentilan Keras Tokoh Jabar! Dedi Mulyadi Soroti Banyak Perlintasan Tanpa Palang Buntut Tragedi Bekasi

BEKASI – Gempa susulan dari tragedi tabrakan maut antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bulak Kapal tidak hanya terasa di ring satu pemerintahan pusat, tetapi juga memicu reaksi keras dari para tokoh Jawa Barat. Tragedi yang merenggut 14 nyawa warga komuter ini seolah merobek borok tata kelola infrastruktur daerah yang selama ini ditutupi.

Pada Rabu (29/4/2026), publik menyoroti statement tajam di mana Dedi Mulyadi soroti banyak perlintasan tanpa palang, kecelakaan kereta di Bekasi ini harusnya menjadi tamparan terakhir bagi para kepala daerah. Sebagai figur yang lama malang-melintang di birokrasi Jawa Barat, Dedi paham betul bahwa masalah pelintasan ilegal sering kali dibiarkan karena tarik-ulur tanggung jawab antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan PT KAI.

Dari kacamata kebijakan publik ( public policy), pembiaran ini adalah bentuk malapraktik birokrasi. Pemda sering kali berkilah tidak memiliki alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang cukup untuk membangun palang pintu otomatis atau merekrut petugas jaga resmi. Akibatnya, perlintasan dibiarkan diurus secara swadaya oleh warga dengan peralatan seadanya—sebuah standar keamanan yang sangat rapuh.

Sentilan dari Dedi Mulyadi ini harus dimaknai sebagai desakan bagi seluruh kepala daerah, khususnya Wali Kota Bekasi dan Gubernur Jawa Barat, untuk merevisi postur APBD mereka. Jika anggaran bisa dicairkan untuk proyek-proyek beautifikasi (mempercantik) kota seperti taman dan trotoar estetis, mengapa nyawa rakyat yang melintasi rel setiap hari dianaktirikan?

Keselamatan publik adalah fondasi utama ekonomi daerah. Bagaimana mungkin roda ekonomi Jabodetabek bisa berputar mulus jika kaum pekerjanya harus bertaruh nyawa di perlintasan maut? Publik kini mendesak agar DPRD dan Pemda segera mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Darurat Infrastruktur. Tutup total perlintasan liar, dan alokasikan APBD tahun ini juga untuk pembangunan underpass atau flyover massal sebelum korban jiwa kembali berjatuhan!

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/