69a114b721e06
Pati Bergolak! Warga Demo SPPG Tlogowungu 1, Protes Porsi Makan Bergizi Gratis Tak Sebanding Anggaran

PATI, JAWA TENGAH – Ketegangan pecah di wilayah Tlogowungu, Pati, pada Jumat (27/2/2026). Sejumlah warga mendatangi Satuan Pelayanan Pemakanan Gratis (SPPG) Tlogowungu 1 untuk melayangkan protes keras. Massa menilai, porsi dan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan kepada siswa jauh dari kata layak dan tidak mencerminkan besaran anggaran yang telah ditetapkan pemerintah.

Warga merasa ada ketimpangan antara narasi “makanan bergizi” yang dijanjikan dengan realitas menu yang diterima anak-anak mereka di sekolah.

Poin-Poin Keberatan dan Tuntutan Warga

Aksi demo ini bukan tanpa alasan. Warga membawa bukti berupa foto dan kesaksian mengenai menu harian yang dianggap terlalu sederhana untuk anggaran yang tergolong besar per porsinya.

Beberapa hal yang disuarakan dalam aksi tersebut meliputi:

  • Kualitas Menu yang Rendah: Warga menyoroti komposisi makanan yang seringkali hanya berisi karbohidrat dominan dengan protein yang sangat kecil dan sayuran yang tidak segar.

  • Ketidaksesuaian Nilai Anggaran: Massa mendesak pengelola SPPG untuk membeberkan rincian belanja bahan baku, karena mereka menduga ada pemotongan nilai manfaat di tingkat penyedia.

  • Transparansi Pengelolaan: Warga menuntut agar SPPG Tlogowungu 1 lebih terbuka dalam melibatkan masyarakat lokal sebagai pengawas, bukan hanya sebagai penerima pasif.

  • Dampak pada Kesehatan Anak: Kekhawatiran bahwa porsi yang “ala kadarnya” tidak akan mampu memenuhi target peningkatan gizi dan pencegahan stunting di wilayah tersebut.

Situasi Terkini dan Langkah Mediasi (27 Februari 2026)

Pengamanan Lokasi Aksi unjuk rasa berlangsung di bawah pengawalan aparat kepolisian setempat guna memastikan situasi tetap kondusif dan tidak mengganggu aktivitas belajar-mengajar di sekitar lokasi SPPG.

Respons Pengelola SPPG Pihak SPPG Tlogowungu 1 dikabarkan tengah melakukan pertemuan tertutup dengan perwakilan warga untuk memberikan penjelasan teknis mengenai standar menu dan kendala logistik yang dihadapi di lapangan.

Desakan Audit Daerah Beberapa tokoh masyarakat Pati meminta Inspektorat Daerah segera turun tangan melakukan audit investigatif terhadap seluruh SPPG di wilayah Pati guna memastikan tidak ada kebocoran anggaran program nasional ini.

“Kami Tidak Ingin Anak Kami Dikasih Makan Asal-Asalan”

Orator dalam aksi tersebut menegaskan bahwa masyarakat mendukung penuh program Presiden, namun mereka tidak akan tinggal diam jika dalam pelaksanaannya terdapat oknum yang mencari keuntungan pribadi dari jatah makan anak sekolah.

“Anggarannya jelas, nilainya besar, tapi kenapa yang sampai ke anak-anak kami porsinya minimalis? Kami mendukung program Makan Bergizi ini, tapi kami tidak ingin anggaran negara habis hanya untuk makanan yang tidak sesuai standar. Tolong jujur dalam mengelola uang rakyat!” tegas salah satu koordinator aksi, Jumat (27/2/2026).

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/