KOTA BEKASI – Hitung mundur menuju arus mudik Lebaran 2026 telah dimulai. Sebagai titik transit krusial, kondisi jalan di Kota Bekasi menjadi pertaruhan keselamatan jutaan nyawa. Pada Senin (2/3/2026), DPRD Kota Bekasi secara resmi mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) untuk mempercepat pengerjaan perbaikan jalan di jalur-jalur utama mudik.
Legislatif menegaskan bahwa seluruh pekerjaan fisik, mulai dari penambalan lubang hingga pengaspalan ulang, harus sudah tuntas paling lambat tujuh hari (H-7) sebelum hari raya guna memastikan kelancaran lalu lintas.
Fokus Jalur Utama: Kalimalang dan Pantura
DPRD meminta pemerintah fokus pada dua koridor utama yang selalu menjadi primadona para pemudik motor maupun mobil pribadi:
-
Jalur Kalimalang (KH Noer Ali): Sebagai akses utama pemudik roda dua, kondisi aspal yang bergelombang dan berlubang di beberapa titik sangat berisiko memicu kecelakaan fatal.
-
Jalur Pantura (Sultan Agung – Ir. H. Juanda): Menjadi tumpuan kendaraan berat dan bus, jalur ini memerlukan penguatan struktur jalan agar tidak cepat rusak saat beban volume kendaraan melonjak tajam.
“Keamanan Pemudik Adalah Prioritas Tertinggi”
Dewan mengingatkan bahwa perbaikan jalan yang dilakukan mepet dengan hari-H justru akan menciptakan kemacetan baru akibat alat berat yang masih terparkir di bahu jalan.
“Bekasi ini jalur perlintasan nasional. Kita tidak mau ada berita kecelakaan pemudik hanya karena lubang jalan yang tidak kunjung diperbaiki. H-7 itu waktu yang sangat adil. Kami minta DBMSDA segera turunkan tim unit reaksi cepat. Uang rakyat harus kembali ke rakyat dalam bentuk jalan yang mulus,” tegas perwakilan DPRD Kota Bekasi, Senin (2/3/2026).
(binarnesia/adv)
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/















