Jakarta – Prancis menyatakan kesiapannya membantu Arab Saudi menghadapi ancaman serangan kelompok Houthi dari Yaman. Bantuan tersebut terutama diarahkan untuk melindungi infrastruktur energi dan jalur ekspor minyak Saudi di kawasan Laut Merah.
Presiden Prancis Emmanuel Macron sebelumnya mengumumkan rencana pengiriman personel, radar, serta sistem pertahanan untuk membantu mengamankan fasilitas energi di Yanbu. Wilayah tersebut merupakan salah satu terminal penting ekspor minyak Arab Saudi dan sebelumnya menjadi sasaran serangan.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menegaskan bahwa dukungan militer yang diberikan negaranya bersifat strictly defensive atau murni defensif. Menurut dia, langkah tersebut tidak dimaksudkan untuk membuat Prancis terlibat langsung dalam konflik dengan Houthi.
Keputusan Prancis juga berkaitan dengan kepentingan energi dan keamanan jalur perdagangan internasional. Serangan terhadap fasilitas energi dan gangguan pelayaran di sekitar Laut Merah dapat memengaruhi distribusi minyak serta meningkatkan tekanan terhadap harga energi global.
Selain Yanbu, Prancis menyatakan dapat membantu mengamankan jalur East-West Pipeline, salah satu rute penting pengiriman minyak mentah Arab Saudi. Infrastruktur tersebut sebelumnya turut terdampak serangan drone.
Dengan demikian, bantuan Prancis kepada Saudi lebih diarahkan pada perlindungan infrastruktur strategis dan keamanan energi, sementara Paris tetap menekankan bahwa dukungannya tidak berarti ikut berperang melawan Houthi.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/






















