6805c58c6af86
Megaproyek Langit! India Siap Borong Pesawat Boeing Senilai Rp1.348 Triliun di 2026

NEW DELHI – Ambisi India untuk menjadi pemain utama dalam industri penerbangan global semakin tidak terbendung. Pada Sabtu (7/2/2026), dilaporkan bahwa India siap merogoh kocek fantastis hingga Rp1.348 triliun (sekitar $85 miliar USD) untuk melakukan pemesanan besar-besaran armada pesawat dari raksasa dirgantara Amerika Serikat, Boeing.

Langkah ini menandai salah satu investasi sektor transportasi udara terbesar dalam sejarah modern, sekaligus mempertegas posisi India sebagai pasar penerbangan dengan pertumbuhan tercepat di dunia.

Ambisi Menjadi Hub Penerbangan Dunia

Investasi triliunan rupiah ini bukan sekadar angka di atas kertas. Pemerintah India dan maskapai nasionalnya berupaya melakukan modernisasi total untuk bersaing dengan hub penerbangan besar lainnya seperti Dubai dan Singapura.

Poin-poin strategis di balik pesanan ini meliputi:

  • Ekspansi Rute Internasional: Penambahan pesawat berbadan lebar (wide-body) untuk melayani penerbangan langsung ke Amerika dan Eropa.

  • Modernisasi Armada: Mengganti pesawat lama dengan model yang lebih efisien bahan bakar demi menekan biaya operasional dan emisi karbon.

  • Peningkatan Kapasitas Domestik: Mengimbangi lonjakan kelas menengah di India yang kini semakin sering bepergian dengan pesawat.

Dampak bagi Boeing dan Ekonomi Global

Bagi Boeing, pesanan dari India ini merupakan “napas segar” yang memperkuat buku pesanan mereka di tengah persaingan ketat dengan Airbus. Secara geopolitik, kerja sama ini juga mempererat hubungan ekonomi antara India dan Amerika Serikat.

“India tidak lagi hanya ingin menjadi penumpang dalam industri ini; mereka ingin menjadi penggerak. Dengan pesanan senilai Rp1.348 triliun ini, India sedang mengirimkan pesan jelas kepada dunia bahwa mereka siap mendominasi cakrawala di dekade mendatang,” ungkap seorang pengamat ekonomi internasional, Sabtu (7/2/2026).

Langkah agresif ini juga diprediksi akan memaksa bandara-bandara di seluruh India untuk melakukan pembenahan infrastruktur besar-besaran guna menampung ratusan pesawat baru yang akan datang secara bertahap.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/