ARIF-RAHMAN-HAKIM
Kurangi Pengangguran, Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi Desak Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

BEKASI – Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Arif Rahman Hakim, mendorong seluruh perusahaan yang beroperasi di wilayah Kota Bekasi untuk memberikan prioritas utama bagi warga setempat dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Langkah ini dinilai mendesak guna menjawab keluhan masyarakat terkait sulitnya mengakses lapangan pekerjaan di tengah menjamurnya kawasan industri.

Arif mengungkapkan bahwa persoalan ketersediaan loker (lowongan kerja) menjadi aspirasi yang paling sering disampaikan warga saat bertemu wakil rakyat. Ironisnya, banyak pusat industri yang berdiri berdampingan langsung dengan permukiman warga, namun serapan tenaga kerja lokalnya dinilai masih belum maksimal.

Sinergi untuk Atasi Masalah Ketenagakerjaan

Menurut Arif, masalah ketenagakerjaan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan memerlukan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan para pelaku usaha.

“Pertanyaan mengenai cara mendapatkan pekerjaan adalah hal yang paling rutin disampaikan masyarakat. Ini menjadi perhatian serius kami di legislatif,” ujar Arif dalam keterangannya di Kota Bekasi (4/3/2026).

Apresiasi Perusahaan yang Berdayakan Warga Sekitar

Meski tantangan masih besar, Arif mencatat adanya tren positif di wilayah Bekasi Utara. Beberapa perusahaan besar dinilai telah menunjukkan komitmen nyata dalam menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada unit usaha seperti gudang distribusi FamilyMart dan PT PAS. “Kami sangat menghargai perusahaan yang sudah membuka pintu bagi warga sekitar. Ini adalah langkah konkret dalam membantu perekonomian masyarakat lokal,” tambahnya.

Dorong Transparansi Lowongan Kerja

Selain prioritas rekrutmen, Politisi ini juga menekankan pentingnya transparansi informasi lowongan pekerjaan. Ia meminta perusahaan untuk lebih terbuka dalam mempublikasikan peluang kerja agar masyarakat mendapatkan data yang akurat dan menghindari adanya kesenjangan informasi.

Komisi III DPRD Kota Bekasi menyatakan akan terus mengawal proses penyerapan tenaga kerja lokal ini demi menjaga kondusivitas iklim investasi sekaligus memastikan warga Bekasi tidak hanya menjadi penonton di tengah kemajuan industri daerahnya.

“Warga Bekasi Harus Jadi Aktor Utama, Bukan Sekadar Penonton”

Ketua Komisi III menegaskan bahwa regulasi mengenai penyerapan tenaga kerja lokal ini harus diperkuat, baik melalui pengawasan lapangan maupun evaluasi perizinan.

“Jangan sampai pabrik berdiri tepat di samping rumah warga kita, tapi karyawannya didatangkan dari tempat yang sangat jauh sementara tetangga pabriknya justru menganggur. Kita ingin warga Bekasi menjadi aktor utama dalam pembangunan ekonomi kotanya, bukan sekadar penonton di rumah sendiri,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kota Bekasi, Kamis (5/3/2026).

(binarnesia/adv)

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/