Jakarta – Gubernur Bali Wayan Koster memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax di Pulau Dewata mencukupi kebutuhan masyarakat hingga dua pekan ke depan. Kepastian tersebut disampaikan setelah pemerintah daerah berkoordinasi dengan PT Pertamina menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).
Pada Selasa (13/10/2026), Pertamina telah menyalurkan 19,2 juta liter Pertalite dan 3 juta liter Pertamax ke Bali. Pasokan tersebut diharapkan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan terhadap ketersediaan BBM di tingkat SPBU.
Selain pasokan yang telah tiba, pengiriman tambahan juga dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada 15–17 Oktober 2026. Sebanyak 25 juta liter Pertalite dan 13 juta liter Pertamax direncanakan masuk untuk menjaga kesinambungan distribusi bahan bakar di wilayah tersebut.
Untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat, SPBU di wilayah Denpasar dan Badung disiapkan beroperasi selama 24 jam. Depo Pertamina Sanggaran dan Manggis juga akan beroperasi sepanjang hari guna mendukung penyaluran BBM.
Meski ketersediaan pasokan dinyatakan mencukupi, antrean kendaraan sebelumnya masih terlihat di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kelancaran distribusi dari depo menuju lokasi penjualan.
Pemerintah daerah bersama Pertamina diharapkan terus memantau perkembangan pasokan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi dan antrean kendaraan berangsur berkurang. Masyarakat juga diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/






















