Sidoarjo – Jumlah korban dalam kasus dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga perkembangan terbaru, sebanyak 664 orang dilaporkan terdampak setelah mengonsumsi makanan yang disediakan dalam program tersebut.
Dari ratusan korban tersebut, sebanyak 77 orang masih menjalani perawatan. Sementara korban lainnya telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan kembali setelah kondisi mereka dinyatakan membaik.
Kasus keracunan ini menjadi perhatian karena melibatkan penerima manfaat MBG dalam jumlah besar. Pemerintah bersama pihak terkait kini melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab munculnya gejala keracunan yang dialami para santri.
Evaluasi juga diperlukan terhadap seluruh proses penyediaan makanan, mulai dari pengolahan, penyimpanan hingga distribusi kepada penerima manfaat. Langkah tersebut penting untuk memastikan makanan yang diberikan melalui program MBG memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut insiden keracunan di Sidoarjo sebagai bentuk kelalaian yang disengaja. Pernyataan tersebut disampaikan ketika pemerintah menyoroti penerapan prosedur keamanan dalam penyediaan makanan MBG.
Pihak terkait masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyebab kejadian sekaligus mencegah kasus serupa kembali terjadi.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/
























