69cb3d359c6e2
Kondisi Kritis di HCU: KontraS Ungkap Keadaan Andrie Yunus Masih "Sangat Tidak Baik"

JAKARTA – Harapan publik untuk melihat keadilan ditegakkan tampaknya harus berpacu dengan waktu dan kondisi fisik sang korban. Pada Selasa (31/3/2026), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) selaku tim pendamping advokasi secara resmi merilis kondisi kesehatan terkini dari Andrie Yunus. Pernyataan yang dikeluarkan oleh lembaga swadaya masyarakat tersebut menyiratkan keprihatinan yang sangat mendalam; kondisi Andrie digambarkan dengan kalimat tegas: “sangat tidak baik”.

Hingga akhir Maret 2026 ini, Andrie Yunus masih terbaring lemah dengan pengawasan medis tingkat tinggi di ruang High Care Unit (HCU). Tim advokasi KontraS menjelaskan bahwa tubuh korban masih harus ditopang oleh berbagai peralatan medis untuk menstabilkan fungsi-fungsi vitalnya. Luka dan trauma fisik yang dideritanya pasca-insiden diduga terlalu masif, sehingga proses pemulihan berjalan sangat lambat. Keterbatasan akses komunikasi dengan pihak luar juga dijaga ketat demi memastikan korban mendapatkan ruang tenang yang absolut untuk melawan masa kritisnya.

Kondisi “sangat tidak baik” ini memicu gelombang desakan baru dari kelompok masyarakat sipil. KontraS menegaskan bahwa tubuh Andrie Yunus yang kini penuh selang medis adalah bukti bisu dari sebuah tindakan brutal yang harus dipertanggungjawabkan di muka hukum. Mereka mendesak agar proses investigasi terhadap para pelaku yang diduga terlibat tidak boleh ikut “kritis” atau terhenti hanya karena korban belum mampu memberikan kesaksian secara langsung. Justru, kondisi kesehatan korban yang terpuruk ini harus menjadi cambuk bagi aparat penegak hukum untuk bergerak lebih cepat, transparan, dan tanpa pandang bulu.

Di sisi lain, pihak keluarga korban dikabarkan masih terus berjaga di luar ruang perawatan dengan harapan yang tak kunjung padam. Beban psikologis yang ditanggung keluarga tentu sangat berat, mengingat mereka tidak hanya harus memikirkan keselamatan nyawa Andrie, tetapi juga memikirkan jalannya proses hukum yang sering kali panjang dan melelahkan. KontraS berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini, memastikan bahwa hak-hak medis korban terpenuhi sepenuhnya oleh negara, sekaligus menjaga agar atensi publik tidak pudar ditelan isu-isu lainnya.

Tragedi yang menimpa Andrie Yunus menjadi cermin buram bagi penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia pada tahun 2026. Ruang HCU yang dingin kini menjadi saksi bisu perjuangan seorang warga negara untuk sekadar bertahan hidup. Publik kini hanya bisa mengirimkan doa terbaik untuk kesembuhan Andrie, sembari terus menagih janji negara untuk menghadirkan keadilan yang seadil-adilnya bagi siapa pun yang menjadi korban kesewenang-wenangan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/