OIP (43)
Kerusuhan Malam Tahun Baru di Prancis: Ribuan Mobil Terbakar dan Ratusan Ditangkap

Paris — Perayaan malam Tahun Baru 2026 di Prancis berubah menjadi kejadian penuh kekerasan dan vandalisme, setelah lebih dari seribu kendaraan dilaporkan dibakar di berbagai wilayah negara itu, sementara ratusan orang ditangkap dan ratusan personel kepolisian terlibat dalam pengamanan skala besar. Peristiwa ini menunjukkan eskalasi kerusuhan yang jauh dari suasana damai pergantian tahun yang seharusnya dirayakan oleh sebagian besar masyarakat.

Menurut data terbaru yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Prancis, total sekitar 1.173 mobil disulut api dan hangus terbakar di sejumlah kota besar dan kecil pada malam 31 Desember hingga dini hari 1 Januari 2026 — angka ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Tindakan pembakaran kendaraan ini tersebar di berbagai daerah, termasuk di beberapa wilayah timur dan utara negara itu seperti Bas-Rhin, yang mencatat jumlah insiden tertinggi di antara departemen lainnya. Selain itu, kota-kota seperti Lyon, Strasbourg, dan Rennes juga menjadi tempat terjadinya aksi kekerasan dan vandalisme terhadap properti publik dan pribadi.

Pemerintah Prancis telah mengerahkan sekitar 90.000 petugas polisi dan gendarmerie untuk menjaga ketertiban selama liburan akhir tahun. Meski demikian, upaya pengamanan itu tak sepenuhnya menghalau tindakan para perusuh. Polisi melaporkan lebih dari 500 penahanan di seluruh negeri, termasuk 403 yang dibawa ke tahanan resmi, menunjukkan peningkatan level penegakan hukum dibandingkan dengan peristiwa serupa sebelumnya.

Selain pembakaran mobil, sejumlah insiden kekerasan juga terjadi di lini depan petugas keamanan. Dalam beberapa peristiwa, aparat ditargetkan oleh ledakan petasan dan pelemparan batu oleh sekelompok individu yang terlibat dalam kerusuhan, terutama di daerah perkotaan seperti Strasbourg dan Lyon.

Kerusuhan ini bukan hanya berdampak pada kendaraan, tapi juga menimbulkan gangguan besar bagi warga sipil yang ingin merayakan malam Tahun Baru secara damai. Banyak penduduk setempat yang terpaksa menghindari jalan utama atau pulang lebih awal karena takut terhadap tindakan kekerasan dan vandalisme yang meningkat.

Otoritas setempat juga melaporkan sejumlah cedera ringan pada warga sipil dan anggota petugas keamanan akibat kekerasan dan penggunaan kembang api secara ilegal. Meskipun belum ada laporan korban jiwa yang signifikan, kerusakan properti dan trauma sosial menjadi perhatian utama masing-masing komunitas di daerah yang terdampak kerusuhan.

Pemerintah Prancis menyampaikan kecaman keras terhadap tindakan ini dan menegaskan komitmennya untuk menangani akar penyebab kekerasan tersebut. Menteri Dalam Negeri menyatakan bahwa tantangan utama adalah meredam kelompok perusuh yang memanfaatkan momentum perayaan untuk melakukan tindakan destruktif, sambil memastikan keselamatan publik tetap terjaga.

Kejadian seperti ini mencerminkan ketegangan sosial yang masih berlangsung di Prancis, di mana setiap pergantian tahun kerap diwarnai dengan aksi pembakaran kendaraan oleh kelompok tertentu. Meski pihak berwenang meningkatkan upaya pencegahan, fenomena ini terus berulang, menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas strategi penegakan hukum dan kebutuhan akan pendekatan sosial yang lebih holistik.

Dengan banyaknya kendaraan yang rusak dan jumlah penangkapan yang terus bertambah, situasi malam Tahun Baru di Prancis tahun ini menjadi catatan serius bagi aparat keamanan dan pemerintah dalam mengevaluasi strategi pengamanan publik untuk perayaan besar di masa mendatang.

Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/