Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono angkat bicara mengenai kasus dugaan keracunan massal yang dialami ratusan santri setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur.
Sudaryono menilai insiden tersebut tidak semestinya terjadi apabila seluruh prosedur keamanan dan standar operasional dalam penyediaan makanan dijalankan dengan benar. Ia bahkan menyebut kejadian tersebut sebagai bentuk kelalaian yang disengaja.
Kasus ini terjadi setelah para santri mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ratusan santri kemudian mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan makanan dan mendapatkan penanganan medis.
BGN bersama pihak terkait melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut. Hasil pemeriksaan awal mengindikasikan adanya persoalan dalam penerapan prosedur, termasuk pada proses distribusi makanan. Kelalaian tersebut diduga menyebabkan makanan mengalami penurunan kualitas sebelum dikonsumsi.
Sebagai langkah penanganan, operasional SPPG yang berkaitan dengan kejadian tersebut dikenai sanksi berupa penghentian sementara. BGN juga mendorong adanya evaluasi terhadap pengelolaan dapur penyedia MBG agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Pemerintah menegaskan aspek keamanan dan kualitas makanan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program MBG. Evaluasi terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan akan dilakukan untuk memastikan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat tetap aman dikonsumsi.
Baca juga berita update lainnya disini: https://nakarimedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://binarnesia.com/

























